JNE Expres Across Nations Incar Pasar Madura

0
705
Logo JNE (sindonews.com)
Logo JNE (sindonews.com)

Madura – (suaracargo.com)

JNE Expres Across Nations kini sedang mengincar pasar Madura untuk pengembangan bisnis pengiriman barang. Potensi pasar di pulau yang terletak di sebelah timur pulau Jawa itu sangat besar. JNE mencatat hingga saat ini ada pertumbuhan pengiriman barang sebesar 100% di Madura. Pertumbuhan ini menunjukan geliat perekonomian Pulau Garam ini beranjak naik. Masyarakat Madura juga sudah mulai memahami IT untuk berjualan melalui online. Kesadaran itu berimbas pada naiknya jumlah pengiriman barang melalui JNE.

“Keberadaan infrastruktur jalan yang baik juga menjadi pemicu kami mengembangkan JNE di Madura,” kata Branch Manager JNE Cabang Surabaya, Nelly Chandra, Selasa (14/10/2014), sebagaimana dilansir sindonews.com. Berdasarkan data dari analisa yang dilakukan, di antara kota-kota lain di Jawa Timur seperti Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Mojokerto, Tuban, dan Jombang, kota-kota di Madura menjadi kota dengan tingkat pertumbuhan ekonomi paling besar, kata Nelly.

Kondisi tersebut dipicu kondisi perekonomian yang mulai naik. Untuk itu, JNE akan menyambungkan kota-kota di Madura, seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Di kota-kota itu, kata dia, JNE menargetkan akan mendirikan gerai minimal berada di setiap kecamatan. Sehingga, proses pengiriman akan berjalan dengan baik dan datang sesuai waktu yang ditentukan. “Utara Pulau Madura juga menjadi target untuk pengembangan bisnis JNE. Madura merupakan lokasi prospek utama,” ujar Nelly.

Head Regional V JNE Jawa Timur (Jatim) Trian Yuserman mengatakan, saat ini JNE sangat agresif untuk mengembangkan bisnis pengiriman barang. Hal itu dikarenakan bisnis pengiriman barang ini sedang mengalami peningkatan. JNE berusaha untuk meningkatkan pelayanan dengan baik, agar kepercayaan terhadap JNE juga meningkat. “Ada 5.000 titik gerai secara nasional. JNE sedang memperbaiki pelayanan di masing-masing titik,” katanya.

Atas pemberian layanan dengan baik, imbas yang dirasakan adalah adanya kenaikan pengiriman barang sejumlah 40%. Dengan jumlah itu, target pendapatan sebesar Rp2,5 triliun bisa tercapai dengan mudah. Target tersebut mengalami peningkatan, karena tahun lalu JNE menetapkan target sebesar Rp1,75 triliun.

Untuk memenuhi target tersebut, pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk membangun infrastruktur. Anggaran tersebut untuk pembelian lahan dan pembangunan gudang-gudang untuk menempatkan barang.

Bahkan, JNE telah melakukan kerja sama dengan pihak ketiga dalam mendirikan agen. “Kami serius mengembangkan bisnis ini. Saya yakin akan mengalami pengembangan cukup pesat,” pungkas Trian.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY