2 Kapal Motor Terbakar di Tanjung Tembaga

    0
    104
    Dua kapal motor terbakar di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo, Senin (11/9/2017) malam Surya/Galih Lintartika

    Probolinggo – (suaracargo.com)

    Kapal motor (KM) Nagoya milik A-Moy dan Setia Indah milik A-Tiy ludes dilalap si jago merah, Senin (11/9/2017) malam. Dua KM itu terbakar saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo.

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kebakaran itu bermula saat salah satu anak buah KM Setia Indah sedang memperbaiki mesin kapal yang mengalami gangguan. Tiba-tiba, muncul percikan api dari kapal bagian bawah yang kebetulan sedang diperbaiki tersebut. Api tersebut dengan cepat membesar dan membakar dua kapal yang sudah bersandar sejak seminggu yang lalu.

    Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kasi Penanggulangan PMK Satpol PP Kota Probolinggo, Puspito, mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 22.00 wib.

    “Saat kami sudah di tkp, api sudah membesar. Api sudah memalap dua KM tersebut. Dalam perkara ini,kami menerjukan lima unit mobil PMK,” ungkapnya.

    Dia menjelaskan, untuk melaksanakan proses pemadaman, pihaknya memang mengalami kesulitan. Kata dia, faktor cuaca membuat proses pemadaman kebakaran ini semakin sulit.

    “Untuk akses jalan menuju titik api, atau ketersediaan air, kami tidak mengalami kendala yang berarti. Namun, karena angin lautnya besar, kami sangat susah memadamkannya, apalagi dua kapal yang terbakar,” paparnya.

    Dia menjelaskan, pihaknya berusaha secepat mungkin untuk mengendalikan api agar tidak membesar. Bahkan, pihaknya juga menambah personel untuk memadamkan api tersebut.

    “Faktor angin kencang, ditambah bahan kapal terbuat dari kayu yang mudah terbakar. Hanya dalam hitungan menit, dua kapal penangkap ikan itu sudah tinggal kerangka,” tandasnya.
    Dia menjelaskan, semua perabotan dan barang – barang yang ada di dalam kapal ludes.

    Menurut dia, proses percapatan pemadaman ini dilakukan karena khawatir merambat ke kapal lain dan warung-warung di sisi utara pelabuhan.

    “Penyebab pastinya saya belum bisa memastikan. Tapi yang jelas, sebelum api membakar dua kapal ini, ada proses pengerjaan perbaikan kapal. Dugaan awal, ada percikan dari mesin las yang membakar dua kapal tersebut,” tuturnya, seperti dilansir surya.co.id.

    Hingga berita ini diturunkan, PMK masih melakukan pembasahan meski api sudah padam.

    Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY