24 Pelabuhan Akan Dibangun Untuk Dukung Tol Laut

0
625
Kran peti kemas yang sedang memuat peti kemas ke kapal di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang (id.wikipedia.org/wiki/Kran_peti_kemas)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah Pusat tahun ini akan membangun 24 pelabuhan nasional untuk mendukung Poros Maritim yang menjadi jalur dari tol laut yang menghubungkan Indonesia Barat dan Kawasan Timur Indonesia.

Rencana besar itu disampaikan oleh Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Endah Murniningtyas saat berbicara pada Seminar Nasional Ekonimi Kemaritiman di Wangiwangi, ibukota Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin (25 Januari 2016).

“Poros Maritim yang akan menjadi jalur lintasan tol laut hanya bisa berfungsi optimal bila didukung dengan sejumlah pelabuhan nasional yang akan menjadi titik persinggahan kapal-kapal yang melawati jalur tol laut,” katanya, seperti dilansir tempo.co.

Menurut dia, 24 pelabuhan nasional yang akan dibangun tersebut sebagian besar berlokasi di wilayah kawasan Indonesia Timur, termasuk di Sultra. Pelabuhan-pelabuhan nasional tersebut, kata dia, akan berfungsi sebagai tempat bongkar muat barang yang diangkut dengan kapal-kapal yang melewati jalur tol laut.

“Agar pelabuhan nasional ini bisa menjadi tempat menaikan dan menurunkan barang, maka pemerintah daerah perlu mendukungnya dengan membangun pelabuhan rakyat dan angkutan kapal-kapal rakyat yang akan mengakut barang dari sentra produksi ke pelabuhan nasional,” katanya.

Menurut dia, jika pembangunan pelabuhan nasional dan pelabuhan rakyat telah selesai dan berfungsi normal, disparitas harga barang antara kawasan Indonesia Barat dan Indonesia timur bisa ditekan, bahkan mungkin dihilangkan.

Tingginya disparitas harga antara kawasan Barat dan Timur Indonesia, kata dia dipicu oleh tingginya biaya angkutan barang. Kapal yang mengangkut barang dari Barat ke Timur selalu kembali dalam keadaan kosong hingga biaya perjalanannya menjadi tinggi. “Kalau kapal yang membawa barang ke kawasan Timur kembali dengan membawa barang komoditas lagi ke kawasan Barat, maka biaya angkutan bisa ditekan,” katanya. Dengan begitu, ujarnya, harga barang antara kawasan Barat dan di kawasan Timur akan menjadi relatif sama.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here