Pelabuhan Wini Dapat Perhatian Khusus dari Pemerintah Setempat

0
743
Puluhan kendaraan truk sedang parkir di Pelabuhan Bolok, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena sudah hampir dua pekan pihak PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Fery Cabang Kupang uang menutup semua rute pelayaran di wilayah itu akibat cuaca buruk
Puluhan kendaraan truk sedang parkir di Pelabuhan Bolok, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena sudah hampir dua pekan pihak PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Fery Cabang Kupang uang menutup semua rute pelayaran di wilayah itu akibat cuaca buruk

Kafemenanu – (suaracargo.com)

Pelabuhan Wini di Kecamatan Insana Utara-TTU mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat untuk dibenahi. Pembenahan itu dimaksudkan agar pelabuhan itu bisa digunakan untuk mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mengembangkan sektor perekonomian.

Kepala Dinas Perhubungan TTU, Odi Silla, di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2015), menyebut Pelabuhan Wini sebagai salah satu potensi besar untuk mendatangkan PAD serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

Silla menyebut item-item yang menjadi perhatian khusus untuk pengembangan Pelabuhan Wini adalah air bersih, pembangunan bak penampung air untuk kapal, tempat penampungan barang-barang masuk dan keluar atau gudang. Penambahan bangunan pemda, alat berat untuk bongkar muat barang dan pelebaran area parkiran juga termasuk bagian yang diperhatikan. “Pemerintah daerah mempunyai tanah di pelabuhan tersebut seluas lima hektar, jadi kita perluas area parkirnya,” ujarnya.

“Kita juga fokus pada alat timbang. DPRD sudah setuju dan salut, namun dengan catatan harus mendapat izin agar ke depannya bisa menambah PAD,” tambah Odi Silla, sebagaimana dilansir kupang.tribunnews.com.

Dilihat dari sisi teknis, diakui Odi Silla, Pelabuhan Wini melebihi kapasitas pelabuhan Atapupu-Atambua dan mampu menampung 6000 ton barang.
Soal dana pemeliharaan Pelabuhan Wini, Odi Silla menjelaskan, jika izin telah terpisah dan diperuntukan tersendiri untuk TTU, bisa diusulkan melalui APBN, DAK maupun APBD. “Ini tentu membutuhkan dana yang cukup besar karena akan membangun menara juga. Jadi tiga sumber dana ini menjadi peluang. Kalau lewat APBN, kita akan ajukan proposal didukung data,” ungkapnya

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here