Menko Maritim Targetkan Tekan Dwelling Time Hingga 4,7 Hari

0
599
Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M.Sc. (id.wikipedia.org)
Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M.Sc. (id.wikipedia.org)

Jakarta – (suaracargo.com)

Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan, dirinya diberi tugas oleh Presiden untuk menurunkan waktu tunggu kontainer di pelabuhan atau dwelling time. Targetnya, waktu tunggu harus bisa ditekan hingga menjadi 4,7 hari saja.

“Tadi saya habis dari Tanjung Priok, harus menyelesaikan dwelling time. Dan kita target kalau bisa sih di pelabuhan-pelabuhan kita itu jadi 4,7 hari dengan plus-minus 1 hari,” ujar Indroyono di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (26/2/2015).

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada 2 strategi yang akan dilakukan pemerintah untuk menurunkan dwelling time tersebut. Pertama, penguatan infrastruktur, caranya adalah dengan membangun pelabuhan baru dan mengembangkan berbagai pelabuhan yang ada. “Kedua penguatan sistem karena disitu ada 16 kementerian dan lembaga kita sinkronkan. Saya sudah dapat tugas (dari presiden) 3 bulan beresin itu,” kata dia, sebagaimana dilansir kompas.com.

Menurut Indroyono, penurunan dwelling time di pelabuhan, yang saat ini rata-rata mencapai 8,5 hari, merupakan hal yang sangat penting. Pasalnya, dwelling time ini dinilai menjadi “biang kerok” utama mahalnya biaya logistik di Indonesai. “Karena kalau ini (dwelling time) diturunkan pasti logistik cost kita juga turun yang saat ini masih 24,9 persen dari PDB. Target kita menjadi 19 persen dari PDB,” ucap dia.

Saat ditanya kapan target penurunan dwelling time itu bisa menjadi 4,7 hari bisa dicapai, Indroyono tak memberikan jawaban yang pasti. Meski begitu, dia akan bekerja semaksimal mungkin sembari berharap target itu bisa tercapai dalam waktu secepatnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here