7 Pelabuhan Dianggap Layak Jadi BLU

0
296
ilustrasi pelabuhan (Foto: Grandyos Zafna/detik.com)
ilustrasi pelabuhan (Foto: Grandyos Zafna/detik.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membidik tujuh dari 12 pelabuhan yang dianggap layak untuk diubah statusnya menjadi Badan Layanan Umum (BLU) pada Oktober 2015 atau selambat-lambatnya November 2015.

Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut Kemenhub, Tonny Budiono mengatakan, pengajuan terhadap tujuh pelabuhan itu akan disampaikan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dari awalnya berstatus Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) diubah menjadi BLU.

Ketujuh pelabuhan tersebut, yakni Tanjung Laut, Tanjung Redep, Baubau, Tanah Grogot, Sebuku, Brondong, dan Tarempa. Sebagian lainnya, seperti Pelabuhan Anggrek, Luwuk, Tulehu, Tual, dan Nabire akan dilihat perkembangannya untuk diajukan menjadi BLU.

Perubahan skema pengoperasian yang semula akan diserahkan ke swasta dan BUMN, akan sepenuhnya dikelola Kemenhub untuk mengoptimalkan sisi pelayanan pelabuhan. Pemilihan kelayakan pelabuhan menjadi BLU berdasarkan working ratio dan operating ratio.

“Finalisasi di Kemenkeu, soal mana yang layak dari segi bisnis, administrasi, dan segala macam,” ujar Tonny, Minggu (27/9).

Dari 12 pelabuhan yang telah dikaji selama dua bulan terakhir oleh Kemenhub, dua pelabuhan memperoleh predikat sebagai UPP pilihan terbaik, yaitu Pelabuhan Tanjung Laut dan Pelabuhan Tanjung Redep, masing-masing di Kutai dan Berau. Kedua pelabuhan itu memiliki kapasitas bisnis, organisasi, dan sumber daya manusia (SDM) yang memadai untuk dikembangkan. Dua pelabuhan yang berlokasi di Kalimantan Timur itu selama ini telah mendukung aktivitas logistik dan perdagangan, seperti pertambangan batu bara dan hasil perkebunan.

“Pengajuan pelabuhan di luar itu untuk menjadi BLU bergantung pendapatan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Kami lihat trennya dan dilihat dari rasionya. Kalau baik, akan berkembang lagi (jumlah pelabuhan BLU),” ucapnya, seperti dilansir sinarharapan.co.

Mampu Mandiri

Saat ini, ada 1.241 pelabuhan yang tersebar di Indonesia. Sebanyak 112 pelabuhan dikelola BUMN, yaitu PT Pelabuhan Indonesia. Sisanya dikelola Kemenhub melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT).

Peningkatan status pelabuhan di bawah Kemenhub diharapkan menghasilkan PNBP hingga Rp5,4 triliun per tahun. Tonny berharap, pelabuhan yang akan memiliki status BLU dapat meningkatkan kemampuan layanan umum, berorientasi nonprofit, serta mampu mandiri dan berkelanjutan dengan tarif terjangkau.

“Ini berbeda dengan UPT yang harus menyetorkan pendapatannya kepada negara dan menunggu anggaran tahun depan,” katanya.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki N Hanafi, mendukung pengembangan dan pembangunan pelabuhan nonkomersial milik Kemenhub. Pengembangan pelabuhan itu dianggap dapat meningkatkan efisiensi biaya logistik dan rantai pasok barang.

“BLU ini kan dikelola secara profesional dan perlu terobosan. Hal ini juga ada di beberapa negara lainnya, seperti Inggris,” ujarnya.

Peningkatan status pelabuhan menjadi BLU akan menekan biaya pelayanan pelabuhan menjadi yang minimum. Biaya logistik juga akan berkurang, dibarengi dengan pengadaan angkutan laut yang juga dibangun Kemenhub.

“Nantinya, pelabuhan ini dapat fokus ke komoditas yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, seperti pangan,” ucapnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY