75 Ribu Ton Garam Impor dari Australia Masuk Lewat 3 Pelabuhan

0
329

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Garam (Persero) secara resmi telah ditunjuk untuk melakukan impor garam sebanyak 75.000 ton pada tanggal 10 Agustus 2017. Langkah ini diambil karena langkanya pasokan garam dalam negeri dan harga juga sudah naik dua kali lipat di beberapa daerah.

Direktur Jendral Pengelolaan Ruang Laut, Agus Dermawan mengatakan, penugasan impor kepada PT Garam diharapkan akan masuk pada tanggal 10 Agustus 2017 di 3 pelabuhan di Indonesia.

“Diharapkan PT Garam akan memasok garam sebanyak 75.000 ton pada 10 Agustus 2017 di 3 Pelabuhan, yaitu Pelabuhan Ciwandan (Banten), Tanjung Perak (Jawa Timur), dan Belawan (Sumatera Utara),” kata Agus pada konferensi pers, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (28/7).

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan menambahkan, untuk penetapan harga garam di tingkat konsumen atau harga acuan belum bisa dipastikan untuk saat ini.

“Belum bisa dipastikan harganya, sekarang yang penting ada pasokannya terlebih dahulu. Nanti sebelum bulan Agustus akan dirapatkan kembali untuk harga yang ditetapkan,” kata Oke.

Proses distribusi garam yang dilakukan oleh PT Garam (Persero) dan akan dikawal sampai akhir oleh Bareskrim yang terdiri dari Satgas Pangan.

Plt Dirut PT Garam, Budi Sasongko mengatakan, 75.000 ton garam bahan baku itu akan dipasok dari Australia. Australia dipilih karena lokasinya dekat dengan Indonesia.

“Kita sudah menghubungi pemasok di Australia. Australia paling dekat dan paling cepat. Tanggal 10 Agustus kita pembongkaran di 3 pelabuhan,” kata Budi, seperti dilansir merdeka.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here