8Commerce Siap Bantu Perusahaan Offline Masuk ke Bisnis Online

0
511
id.techinasia.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Bisnis e-commerce yang terus berkembang dari tahun ke tahun ternyata turut berimbas pada majunya layanan-layanan yang mendukung aktivitas jual beli online tersebut. Karena itulah kemudian banyak bermunculan startup e-commerce enabler yang bisa membantu para brand atau perusahaan offline yang berminat masuk ke bisnis e-commerce.

Salah satu perusahaan supply chain tanah air yang bernama Linc Group pun ikut masuk ke bisnis pendukung e-commerce tersebut. Sejak bulan Januari 2016 yang lalu, mereka telah membuat sebuah startup bernama 8Commerce yang bisa memberikan layanan dalam bidang teknologi, pemasaran, operasional, hingga logistik untuk para brand yang bekerja sama dengan mereka.

Berkat dukungan dari Linc Group, saat ini 8Commerce telah mempunyai gudang di tujuh lokasi dengan total luas yang mencapai lebih dari 92 ribu meter persegi. Gudang terbesar mereka berada di Jakarta dengan luas enam puluh ribu meter persegi, yang kemudian diikuti dengan gudang di Surabaya dan Medan yang masing-masing berukuran dua puluh ribu dan lima ribu meter persegi.

Sebagai perbandingan, pesaing mereka aCommerce baru mempunyai lima gudang di tanah air, dengan luas total sekitar 32 ribu meter persegi.

“Saat ini telah ada lebih dari sepuluh brand yang menjadi mitra kami, dan mayoritas mereka merupakan brand yang sudah dikenal masyarakat,” tutur Afril Wibisono, CMO dari 8Commerce kepada Tech in Asia Indonesia.

Fokus memperkuat layanan yang telah ada

Di awal kemunculannya, 8Commerce hadir dengan empat kategori layanan, yaitu E-Commerce Technology yang meliputi layanan pembuatan platform jual beli online, Digital Marketing seperti pembuatan konten hingga aktivitas promosi berbayar, Online Store Operational seperti layanan customer service, hingga layanan pergudangan dan pengiriman barang.

“Sejauh ini kami tidak berusaha menambah layanan baru. Namun kami melakukan pengembangan teknologi untuk layanan yang sudah ada, seperti penerapan Sales Integration Channels (SCI) dalam pembuatan platform e-commerce,” ujar Afril.

SCI sendiri merupakan fitur yang bisa memudahkan sebuah brand untuk menjual produk di berbagai e-commerce, seperti Lazada, MatahariMall, dan Blibli. Fitur SCI tersebut juga langsung terintegrasi dengan layanan 8Commerce yang lain, seperti penerimaan pesanan dan pengiriman barang kepada konsumen.

Agar bisa menggunakan fitur SCI ini, sebuah brand harus membayar biaya mulai dari Rp1 juta setiap bulan untuk setiap e-commerce di mana mereka ingin menjual barang, serta harus meletakkan inventori mereka di gudang milik 8Commerce.

Bagaimana strategi 8Commerce di tahun 2017?

Bicara tentang dunia e-commerce tanah air, 8Commerce sendiri melihat permintaan yang cukup tinggi untuk produk fesyen (busana). Hal ini membuat mereka optimistis menyongsong tahun 2017 ini.

“Di tahun yang baru ini, kami ingin fokus memberikan layanan yang berkualitas kepada para pelanggan kami, serta membuat keseluruhan proses jual beli online menjadi lebih mudah,” jelas Afril, seperti dilansir id.techinasia.com

Meski begitu, Afril pun mengakui kalau ia masih menghadapi kendala dalam meyakinkan para brand untuk bergabung dengan layanan e-commerce enabler seperti mereka. Ia pun harus terus berusaha memberikan edukasi tentang cara yang tepat dalam memasuki bisnis e-commerce kepada para brand tersebut.

Menarik untuk ditunggu bagaimana usaha 8Commerce untuk bisa menjadi layanan e-commerce enabler terdepan di tanah air, mengingat saat ini sudah ada pemain besar seperti aCommerce dan pendatang baru seperti iCommerce yang juga mengincar pasar serupa.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here