Abu Sinabung Selimuti Bandara Kuala Namu Sebabkan 17 Penerbangan Batal

0
428
ilustrasi letusan gunung berapi (jambiexpressnews.com)
ilustrasi letusan gunung berapi (jambiexpressnews.com)

Deliserdang – (suaracargo.com)

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung menyebabkan sejumlah penerbangan di Kualanamu International Airport (KNIA) mengalami penundaan dan pembatalan. Bahkan, runway dan pesawat dari beberapa maskapai di KNIA juga tertutup oleh abu vulkanik. Selain itu, kendaraan yang parkir di pelataran parkir A dan B di KNIA juga turut dihiasi abu vulkanik hasil dari erupsi Gunung Sinabung.

Sebanyak 17 penerbangan, baik yang akan take-off dan maupun yang akan mendarat di bandara berkode internasional KNO tersebut, mengalami pembatalan. Hal itu diungkapkan Manager Aiport Duty PT Angkasa Pura (AP) II, Jasirin, sebagaimana dilansir jambiexpressnews.com, Kamis (9/10).

“Susi Air 8 penerbangan semuanya batal hari ini. Wings Air juga batal saya dapat konfirmasi langsung dari pihak maskapai. Firefly ada 2 penerbangan, Silk Air 2 penerbangan, Malaysia Airlines (MAS) 2 penerbangan,” terang mantan Manager Pengamanan PT AP II ini.

Selain yang dikatakan Jasirin, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Value Air (VF 281) rute Singapura-Kualanamu pukul 09.55 WIB gagal mendarat, begitu juga sebaliknya (VF 282) tujuan Singapura pukul 10.35 WIB batal take-off serta Malaysia Airlines (MH 861) tujuan Kualalumpur mengalami hal serupa.

Meski abu vulkanik menyelimuti KNIA, beberapa maskapai menunda keberangkatannya. Sedikitnya, 5 penerbangan yang menunda take-off dari KNIA. Diantaranya, AirAsia (QZ 8062) tujuan Jakarta terjadwal berangkat pukul 07.00 WIB namun berangkat pukul 12.50 WIB. “Garuda Indonesia (GA 183) ke Jakarta seharusnya take-off pukul 08.35 WIB menjadi 10.50 WIB. Citylink (QG 836) tujuan Batam semestinya take-off pukul 08.50 WIB menjadi 11.30 WIB,” terang Manager Humas PT AP II, Dewandono Prasetyo di ruangan Airport Duty KNIA. Ditambahkan dia, keberangkatan luar negeri juga mengalami penundaan yakni AirAsia (QZ 106) tujuan Penang 08.10 WIB menjadi pukul 12.00 WIB dan Sriwijaya Air (SJ 102) tujuan Penang tercatat take-off pukul 08.55 menjadi 11.15 WIB.

Kegagalan pesawat-pesawat tersebut untuk mendarat di bandara yang berkode internasional KNO itu disebabkan runway (landasan pacu) 23 tertutup debu tebal dari erupsi Gunung Sinabung ini sejak pukul 01.00 dinihari. Namun demikian, PT AP II selaku pengelola bandara langsung membersihkan debu itu yang bekerjasama dengan petugas Pemadam Kebakaran (PKPPK).

“Landasan tebal memang tidak sampe 1 centimeter. Runway 23 yang agak tebal kemudian disiram hingga jam 3 pagi. Itu dibantu dengan 2 unit water cannon dengan 10 personel dari petugas Pemadan Kebakaran (PKPPK),” jelas Dewandono Prasetyo yang akrab disapa Pras. Bahkan, pesawat Garuda Indonesia jenis Bombardier dan Boeing 777 (pesawat haji) juga disemprot air karena tertutup abu vulkanik. Pihaknya melakukan penyemperotan tersebut karena mengutamakan keselamatan penerbangan.

“Kini landasan sudah dibersihkan hingga ke taxiway dan Apron yang diselimuti abu vulkanik sekitar jam 06.00 WIB,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Kualanamu, Mega Sirait, mengungkapkan arah angin saat ini lebih condong bergerak dari arah Barat ke Timur. Artinya, abu vulkanik yang menyelimuti Bandara Kualanamu sejak pukul 01.00 dinihari itu memang mengarah ke Medan dan Deliserdang.

Dirincikan oleh Mega, kecepatan angin saat ini mencapai 15 Knot atau setara dengan 30 Km/jam lebih kurang. Saat apakah disinggung abu vulkanik masih menyelimuti KNIA esok harinya, ia mengatakan hal tersebut bergantung dari aktifitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo.
“Memang bulan-bulan ini agak konsisten, kategori arah angin memang lumayan kencang jadi mengarah ke kita,” sebut dia melalui telepon selularnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here