AFLI Siap Angkut 200 – 300 Truk Jika Short Sea Shipping untuk Pantura Diaktifkan

0
256
Ilustrasi Short Sea Shipping. (Foto: Firmanto Hanggoro) - jurnalmaritim.com
Ilustrasi Short Sea Shipping. (Foto: Firmanto Hanggoro)
– jurnalmaritim.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Jika pemerintah mengaktifkan layanan Short Sea Shipping (SSS), khususnya untuk truk yang melalui jalur Pantura, Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) siap mengangkut barang melalui jalur laut. Jumlah truk yang bisa diangkut akan bisa mencapai 200 hingga 300 unit truk per hari. SSS dinilai akan memiliki kontribusi cukup besar guna mengurangi beban jalan darat.

“Saat ini SSS sudah ada, tapi belum maksimal, karena hanya untuk mengangkut penumpang. Itu pun di momen tertentu saja, seperti Lebaran, untuk trayek Tanjung Priok Panjang, dan Tanjung Priok Semarang. Padahal, jika sudah maksimal, bisa jadi alternatif angkutan barang,” kata Ketua ALFI, Yukki Nugrahawan, Rabu (24/9), sebagaimana dilansir jurnalmaritim.com.

Yukki juga mengungkapkan, selain mengurangi beban jalan, penggunaan sistem SSS tersebut, juga diharapkan membuat biaya logistik akan lebih efisien. Efisiensi tersebut akan mengurangi disparitas harga. Pasalnya, kapasitas angkutan menggunakan SSS cukup besar dan risiko perjalanan juga dapat dikurangi. “Seperti jika menggunakan jalur darat mencapai Rp7 juta, pakai ro-ro bisa kurang dari angka tersebut, angkutan terhindar dari kemacetan, sehingga ada efisiensi waktu juga,” ujarnya.

Yukki juga berharap agar jika sistem SSS tersebut sudah berjalan, jadwal kapal harus rutin dan tepat waktu. Ketepatan waktu dan rutinitas itu penting agar tidak ada antrean truk di pelabuhan. Agar semua berjalan lancar, kata Yukke, sebelum mengimplementasi semua rencana tersebut ada baiknya semua pihak yang terkait duduk bersama dan membicarakan semua aspek implementasi tersebut sedetail mungkin.

“Selama ini, terkait pengangkutan logistik ini banyak pihak yang terlibat. Sayangnya, semua memiliki ego sektoral, sehingga ketika menghitung biaya logistik, mereka saling menyalahkan satu sama lain, baik itu shipping line atau pelabuhan,” ungkapnya menyayangkan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY