Agar Pelabuhan di Indonesia Lebih Efisien

0
222
ilustrasi peti kemas (Heru Purnomo/kompas.com)
ilustrasi peti kemas (Heru Purnomo/kompas.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Staf Ahli Bidang Logistik dan Multimoda Perhubungan, Kementerian Perhubungan, Sugihardjo mengatakan., pemerintah mendatang diharapkan lebih concern pada pergerakan barang dan bukan orang.

Pasalnya, pergerakkan orang itu hanya memindahkan atau memutar uang dari satu daerah ke daerah lain. Sementara itu, pergerakan barang bisa membuat uang yang berputar dan volumenya menjadi semakin besar. Dia mencontohkan, keberadaan orang China dari dulu tersebar di seluruh penjuru dunia, namun perekonomiannya begitu-begitu saja. “Tapi, mulai awal 2000an, barang-barang China sudah ada di seluruh dunia, dia pun menjadi ekonomi raksasa dunia,” kata dia, di Jakarta, Selasa (21/10/2014), sebagaimana dilansir kompas.com.

Untuk membuat pergerakan barang menjadi lebih cepat dan murah, ada sejumlah hal yang harus dibenahi baik di sisi pelabuhan dan di sisi pelayaran. Adapun cara membuat pelabuhan menjadi efisien yakni dengan dua langkah. Pertama, membenahi prosedur di pelabuhan.

Sugihardjo menjelaskan bahwa salah satu caranya bisa dengan pemanfaatan teknologi informasi. Dengan teknologi informasi, maka bukan hanya dwelling time saja yang bisa dibereskan, melainkan juga waiting time. “Di Surabaya misalnya, nunggu itu lama. Sistem IT ini harus bisa menyelesaikan masalah itu. Untuk diketahui, sejak DJBS mentapkan prosentase jalur merah tinggi, proses dwelling time itu tambah lama,” jelas Sugihardjo.

Kedua, untuk membuat pelabuhan efisien maka perlu adanya restrukturisasi kelembagaan. Saat ini banyak sekali instansi yang bekerja di pelabuhan. Namun, instansi-instansi itu berdiri sendiri dan masih tanggungjawab pada vertikalnya masing-masing. Misalnya, Kementerian Perhubungan memiliki pengawas Syahbandar. Selain itu ada pula Pelindo, DJBC, kepolisian, TNI AL.

“Itu fungsinya mungkin memang diperlukan, tapi perlu institusi yang jadi koordinator. Jadi kalau ada klaim dari dunia usaha atau pers jelas ke siapa,” jelas dia. Sementara itu dari sisi pelayaran, pemerintah ke depan harus menjalankan Sislognas yang sudah baik konsepnya, serta membangun pelayaran secara hubs and spokes.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY