Aktivis 98: Pelabuhan, Ujung Tombak Keberhasilan Tol Laut

0
202
Proses boongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT) Jakarta   (tribunnews.com / Hendra Gunawan)
Proses boongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT) Jakarta
(tribunnews.com / Hendra Gunawan)

 

Jakarta – (suaracargo.com)

Sasaran pemerintah dengan menekankan pada pembangunan infrastruktur serta modal transportasi laut sebagai sarana mewujudkan konsep tol laut merupakan langkah tepat dan satu solusi untuk menekan biaya transportasi yang menjadi permasalahan utama di Indonesia.

Demikian dikatakan Aktivis 98, Ahmad Hardi dalam keterangan persnya kepada wartawan, Minggu (5/7/2015) malam.

“Kebijakan pemerintah berdampak besar mengurangi biaya transportasi dari barat ke timur dan kemudian berbalik timur ke barat,” kata Ahmad.

Menjadi penting juga pelabuhan-pelabuhan sebagai ujung tombak dalam mengambil peran tersebut. Karena itu Ahmad Hardi menilai pola kerjasama yang menguntungkan bangsa kita harus menjadi prioritas utama.

Ambil contoh kerjasama antara PT Huchinson Port dengan Pelindo 2 dalam mengelola JICT (Jakarta Internasional Container & Terminal). Menurutnya, kerja sama itu sangat menguntungkan dari segala aspek, diantaranya : adanya remunerasi yang di terima merupakan remunerasi yang bagus bahkan sangat tinggi dari sisi employee. “Belum lagi adanya investasi yang dilakukan pihak Hutcinson Port yang dapat memberikan benefit kepada negara kita,” jelasnya, seperti dilansir seruu.com.

“Model kerjasama ini kedepan bisa menjadi contoh apabila negara hendak melakukan kerjasama dengan perusahaan swasta baik nasional maupun asing,” tambah Ahmad.

“Apalagi dalam proyeksi kedepan keuntungan perusahaan hasil kerjasama ini bisa mengembangkan Pelindo 2 untuk membangun daerah-daerah dikawasan Indonesia Timur,” tandasnya.

Seperti diketahui, Konsep ‘tol laut’ Jokowi bukanlah membangun jalan tol di atas laut, melainkan penyediaan sistem distribusi logistik menggunakan kapal besar yang menghubungkan pelabuhan di jalur utama Nanggroe Aceh Darussalam, Jakarta, Surabaya, Nusa Tenggara, Maluku, sampai Papua.

Konsep ini membutuhkan pengembangan kapasitas pelabuhan kecil menjadi lebih besar lagi. Dan distribusi barang dari pelabuhan utama akan dilakukan menggunakan kapal kecil, kereta api, dan transportasi darat.

Tol laut ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan ekonomi Indonesia. Hal lain, tol laut itu membantu pengiriman barang melalui jalan darat yang semakin macet, sehingga biaya logistik bisa lebih murah.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY