Alasan Presiden Marah di Pelabuhan Tanjung Priok

0
454
ilustrasi peti kemas (kompas.com/Heru Sri Kumoro)
ilustrasi peti kemas (kompas.com/Heru Sri Kumoro)

Jakarta – (suaracargo.com)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) blak-blakan atas kemarahannya di Pelabuhan Tanjung Priok beberapa waktu lalu terkait masih lamanya waktu bongkar-muat atau dwelling time. Kemarahan ini memang membuat Jokowi akan mencopot pejabat terkait.

“Ketika saya marah di Pelabuhan Tanjung Priok, bulan lalu, saya bilang tolong dwelling time segini. Saya enggak minta kayak Singapura, tapi ya di bawah lima hari. Saya sampaikan sorenya akan ke Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Jokowi mengawali ceritanya, di JCC, Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Jokowi menambahkan, kemarahan ini dimulai karena di ruang monitoring untuk pelayanan ekspor-impor tidak ada monitor. Menurut Jokowi, sebelum dirinya mengunjungi suatu tempat, dia sudah meminta tim untuk melihat situasinya.

“Lalu saya ditunjukkan monitor, ini melayani eksportir-importir, tapi saya tahu, monitor itu sebelumnya enggak ada. Kan saya kalau mau pergi, cek dulu. Marah besarnya di situ. Lalu marah kedua, ketika saya bertanya instansi mana yang bikin lama. Ini sudah bertanya lima kali, tapi enggak dijawab-jawab,” terang Jokowi, seperti dilansir okezone.com.

Padahal, dirinya sudah berpengalaman dalam urusan di pelabuhan yakni selama 28 tahun. Jokowi pun menyebutkan semua dokumen yang harus dipersiapkan sebelum melakukan ekspor-impor di pelabuhan, seperti invoice, dokumen fee, tracking truck, dan lain sebagainya.

“Sudah semuanya saya tahu. Tapi, instansi mana yang lambat. Tidak dijawab, kan jawab saja, apa itu di Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, saya mau perbaikin,” terangnya.

Namun karena tidak mendapat jawaban yang diharapkannya, Jokowi akan mencopot pejabat tersebut.

“Saya pasti akan copot, menunggu-menunggu untuk kompetisi antarnegara. Begitu kita enggak kompetitif, kita hilang, kalah dengan negara lain. Masak dwelling time ada yang 30 hari, ada yang tiga hari kenapa bisa cepat. Tapi kan ada standar berapa hari. Kan ada lima hari. Tahun depan empat hari,” paparnya.

Pasalnya, Jokowi menemukan hitung-hitungan yang boros dalam aktivitas di pelabuhan mencapai Rp740 triliun.

‘Hitung-hitungan kita pelabuhan boros Rp740 triliun. Itu barang besar. Boros itu. Harus diselesaikan. Ada angka-angkanya, kenapa saya ke sana,” tukasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here