ALFI: Bisnis Logistik Tahun Depan Cenderung Stagnan

0
306
Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi. - Bisnis.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Bisnis logistik pada tahun mendatang diproyeksi akan cenderung stagnan. Stagnasi itu disebabkan karena banyak faktor ekonomi makro yang belum juga kondusif.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, berdasarkan perkembangan ekonomi global maupun nasional saat ini, situasi dan kondisi bisnis logistik tahun depan diperkirakan belum memperlihatkan situasi yang menggembirakan.

“Kita bisa melihat dan memperkirakannya tetapi kita sepakat dan mendukung sepenuhnya apa yang disampaikan Menteri Keuangan yang menyampaikan pertumbuhan ekonomi tahun depan dikisaran 5% sampai dengan 5,1%,” ujar Yukki kepada Bisnis.com, Senin (19/12/2017).

Prediksi bisnis logistik 2017 yang diberikan Yukki sama dengan prediksi bisnis logistik 2016. Dia berharap agar tahun depan angka ekspor Indonesia akan mengalami kenaikkan untuk mendongkrak industri logistik, khususnya yang melalui moda transportasi udara dan laut.

Yukki menambahkan, impor melalui transportasi udara juga berpeluang meningkat seiring perubahan pola perdagangan digital. Dia berharap agar harga barang komoditas unggulan di Indonesia juga bisa mengalami perbaikkan di kancah perdagangan internasional.

“Ekspor kita tahun ini naik, tetapi harga komoditasnya turun. Konsumsi domestik relatif stabil hanya saja ada perilaku yang berubah dalam beberapa tahun ini yang mana biasanya masyarakat kita menyimpan stok tetapi sekarang semua just in time,” tutur Yukki.

Perubahan pola konsumsi ini akan berimbas pada industri jasa logistik. Artinya, akan ada dampak pada mekanisme logistik dan penyimpanan stok di pergudangan.

Yukki menyoroti adanya peluang kebijakan baru di Amerika Serikat dengan pemerintahan baru yang akan memungkinkan adanya kenaikkan suku bunga bank.

Begitu pula dengan kebijakan Trans Pacific Partnership (TPP) yang akan berimbas pada bisnis logistik nantinya. Meskipun begitu, dia tetap optimistis bahwa Indonesia tetap akan menjadi salah satu negara yang menarik bagi investor asing.

“Kami yakin BI [Bank Indonesia] akan mengambil langkah-langkah yang baik dan lebih penting lagi, situasi dan kondisi politik juga tetap terjaga baik. Untuk TPP, kami pelaku usaha melihat memang harus yakin betul kalau akan bergabung. Kami lihat saja perkembangannya,” jelas Yukki.

Terkait bisnis logistik tingkat domestik, Yukki optimistis akan tetap stabil dari segi volume barang. Kenaikan hanya akan terjadi akibat Upah Minimum Provinsi (UMP) dan biaya listrik. Biaya-biaya operasional inilah yang perlu dihitung ulang oleh para pelaku usaha logistik dan transportasi.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY