ALFI Dorong Pemerintah Atur Logistik Secara Terintegrasi

0
244
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan Bay Mokhamad Hasani (kiri) disaksikan Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan berbicara pada diskusi terbatas dengan tema Harga Komoditas Tinggi, Salah Logistk? yang diselenggarakan PT Bisnis Indonesia Gagas Kreasitama bekerja sama dengan PT Debindo International Trade and Exhibitions di Jakarta, Rabu (8/2). - JIBI/Dedi Gunawan

Jakarta – (suaracargo.com)

Pelaku usaha pelayaran dan jasa logistik menyarankan agar pemerintah memiliki kemauan untuk mengatur logistik dengan terintegrasi dengan mempertimbangkan karakter komoditas sehingga menghasilkan harga yang efisien. Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengatakan pemerintah perlu melalui survei komoditas apa yang membutuhkan sistem logistik paling efisien dengan harga murah.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan Bay Mokhamad Hasani (kiri) disaksikan Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan berbicara pada diskusi terbatas dengan tema Harga Komoditas Tinggi, Salah Logistk? yang diselenggarakan PT Bisnis Indonesia Gagas Kreasitama bekerja sama dengan PT Debindo International Trade and Exhibitions di Jakarta, Rabu (8/2). Dia menilai pemerintah harus memberikan subsidi bagi logistik barang-barang pokok, khususnya komoditas bahan pangan.Â

“Dibuat saja rating, biar nanti berdasarkan rating itu bisa diberikan subsidi dari pemerintah. Tetapi tetap ada efisiensi, meskipun kadang harganya [kalau kontainer ke Indonesia Timur] lebih mahal dibandingkan pengiriman ke San Fransisco,” tutur Yukki dalam Diskusi Terbatas bertajuk ‘Harga Komoditas Tinggi, Salah Logistik?’ di Wisma Bisnis Indonesia, Rabu (8/2/2017).

Bay M Hasani, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengatakan bahwa logistik selama ini berhadapan dengan masalah supply and demand. Dia juga mengatakan bahwa pemerintah sudah menyelenggarakan tol laut bersubsidi. Sayangnya, tol laut kurang optimal karena keterisian barang tidak optimal. Dengan kata lain, return cargo malah kosong.

“Masalah muatan balik sekarang sudah ada solusinya dengan tol laut, yaitu pengiriman balik itu menyesuaikan dengan sumber daya daerah keberangkatan,” ungkap Bay, seperti dilansir bisnis.com.

Selain itu, Bay meyakinkan bahwa Kementerian Perhubungan akan mengoptimalisasi kerja dengan membangun dan memperbaiki infrastruktur.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY