Anggaran 8 Milyar, Pelabuhan Larantuka Berubah

0
222
Ilustrasi: KM Wilis berlabuh di Pelabuhan Larantuka, Flores Timur, sejak Kamis (16/1/2014) sampai sekarang ini. Gambar diambil, Minggu (19/1/201).

Larantuka – (suaracargo.com)

Melalui pembenahan dan pembangunan fasilitas yang dibiayai dana sebesar 8 milyar lebih, wajah Pelabuhan Laut Larantuka per tahun 2015 kini telah banyak berubah. Gapura masuk gerbang utama telah diatur dengan baik. Semenisasi untuk penempatan kontainer sudah dibehi. Demikian juga dengan pagar.

“Dana yang digelontorkan pada tahap pertama itu sebesar Rp. 3.354.416.082 untuk rigit beton, pagar, gapura. APBNP lanjutan sebesar Rp. 4.850. 705. 455 juga untuk rigit beton, pagar, dan talut,” kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Larantuka, Rifai, S.Sos ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Selasa (26/1/2016).

Rifai didampingi I Wayan Adisucipto, petugas lalu lintas angkutan laut dan pelayanan jasa dan Sailudin Magung bagian kesahbandaran dan Yerhan D. Sugiarto dan Daniel Kalake dari bagian fasilitas pelabuhan dan ketertiban Pelabuhan.

“Sisanya kita usulkan tahun 2017. Tahun 2016 tidak ada pembangunan fasilitas baru. Kita ke depan akan menambahkan fasilitas terminal,” kata Rifai.

Rifai mengatakan, pihaknya telah mengarahkan semua kapal kecil untuk memarkirkan kapal mereka di pelabuhan 1. Tidak bercampur dengan kapal kontainer.

Demikian juga kapal pengangkut BBM dari Pelabuhan Larantuka ke Pelabuhan Lewoleba. Meski tidak dibenarkan secara regulasi, kata Rifai, penyelenggara Pelabuhan mengatur kapal pemuat BBM di lokasi tersendiri.

“Selain demi keamanan dan kenyamanan kapal BBM itu dari penumpang yang sering merokok sembarangan. Juga menjaga keamanan masyarakat pengguna jasa transportasi laut lokal. Bagi kami juga untuk memudahkan pengawasan,” kata Rifai, seperti dilansir Pos Kupang (kupang.tribunnews.com)

Rifai mengungkapkan kelegaan setelah memagari beberapa sisi kompleks Pelabuhan dan beroperasinya hanya satu pintu masuk pelabuhan. “Pelabuhan sama seperti Bandara adalah kawasan yang steril. Kita harus antisipasi aksi teror yang ada sekarang. Satu pintu masuk pelabuhan memudahkan pengawasan,” kata Rifai.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY