Anggaran Rp 5 Miliar Untuk Bangun Pelabuhan Ferry Ancam Sudah Disiapkan

0
440
Pj Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie bersama rombongan saat meninjau Pelabuhan Ferry Ancam, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Kamis (5/3) pekan lalu.  tribunkaltim.com / M. Arfan
Pj Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie bersama rombongan saat meninjau Pelabuhan Ferry Ancam, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Kamis (5/3) pekan lalu.
tribunkaltim.com / M. Arfan

Tanjung Selor – (suaracargo.com)

Dalam agenda kunjungan kerjanya ke Kabupaten Malinau pekan lalu (5/3/2015), Pejabat Gubernur Irianto Lambrie di tengah perjalanan menyempatkan diri untuk menyambangi pelabuhan Ferry Ancam di Desa Panca Agung, Kecamatan Tanjung Pala Utara, Kabupaten Bulungan. Dalam kesempatan tersebut, Irianto ditemani oleh Sekprov Kaltara H Badrun, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Suheriyatna, Kepala Dinas Perhubungan Ahmad Haerani, serta sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan kerja Pemprov Kaltara.

Irianto Lambrie sengaja menyambangi pelabuhan ini untuk melihat langsung kondisi infrastruktur perhubungan yang sampai sekarang ini belum juga beroperasi. Di sela-sela kunjungan tersebut, Irianto menyatakan bahwa khusus untuk permasalahan infrastruktur perhubungan, penanganannya telah dibicarakan dengan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan saat kunjungannya ke Jakarta beberapa waktu lalu.“Terkait masalah Pelabuhan Feri Ancam ini sudah saya sampaikan langsung kepada Menteri Perhubungan. Dan Menteri Perhubungan janji akan melakukan kunjungan kerja ke sini,” ungkap Irianto, sebagaimana dilansir tribunkaltim.co.

Selain meninjau pelabuhan Ferry Ancam, kata Irianto menjelaskan, Menteri akan meninjau sejumlah proyek perhubungan lainnya di Kaltara yang sampai saat ini belum dapat difungsikan, masih terlibat masalah, ataupun yang saat ini tengah dalam proses pengerjaan. “Jadi, bukan hanya dermaga Ferrry Ancam saja, tapi masih banyak dermaga atau kegiatan lain yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan yang masih belum dapat difungsikan. Itu akan ditinjau juga,” jelasnya. Infrastruktur yang mangkrak, sambung Irianto, contohnya seperti pelabuhan di Pulau Sebatik. Padahal, jika dioperasikan, pelabuhan itu bisa terhubung langsung dengan Tawau, Malaysia.

Khusus pelabuhan Ferry Ancam lagi, Irianto mengakui bahwa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara Tahun 2015, Pemprov telah menganggarkan senilai Rp 5 miliar untuk perbaikan jalan ke pelabuhan ini. Pasalnya, kondisi jalan akses masuk dari jalan trans Kaltara, saat ini kondisinya rusak berat.“Jika tidak salah anggaran untuk jalan itu sekitar Rp 5 Miliar. Ini bukan janji yang hanya sekedar janji, tapi ini sudah ada disiapkan anggarannya,” jelas Irianto.

Yang juga perlu diperhatikan adalah kualitas pengerjaan jalan menuju pelabuhan. Ke depannya nanti, Pemprov sendiri mengharapkan adanya kerjasama dengan masyarakat untuk menjaga aset-infrastruktur publik agar kualitasnya tetap terjamin. “Masyarakat harus mengawal ini juga. Jangan sampai jalan ke sana terbangun, tetapi tetap rusak karena truk-truk pengangkut tidak bisa membatasi beban muatannya. Sehingga jalan cepat rusak,” pintanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here