Anggota DPRK Aceh Kritik Pembangunan Gedung Logistik BNPB di Wilayah Rawan Banjir

    0
    188

    Kualasimpang – (suaracargo.com)

    Pembangunan gedung logistik penanggulangan bencana milik BPBD Aceh Tamiang yang berlokasi di Kampong Rantau Pakam Kecamatan Bendahara, dinilai tidak tepat karena daerah tersebut merupakan daerah rawan banjir.

    Lokasi gedung yang kurang strategis dikhawatirkan akan menyulitkan petugas mendistribusikan bantuan logistik, karena akses jalan sering banjir, sulit dilalui, dan letaknya tidak strategis karena berada di ujung wilayah kampong.

    “Petugas BPBD pasti akan kesulitan distribusikan bantuan. Karena jika banjir, ketinggian air di lokasi ini bisa mencapai 80 Cm. Ditambah lagi dengan letaknya di ujung kawasan kampong,” kata anggota DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Nuh, Senin (12/10).

    Menurutnya, gedung logistik itu seharusnya dibangun di kawasan yang cukup tinggi, seperti Kampong Raja, yang juga berada di antara Kemukiman Bendahara Tengah dan Kemukiman Bendahara Hilir, sehingga lebih strategis untuk diakses.

    “BPBD membangun gedung ini dengan menuruti kemauan sendiri, tanpa melalui konsultasi dengan pihak kecamatan dan dewan. Sehingga lokasi pembanguan gedung kami nilai tidak tepat,” ujarnya, seperti dilansir aceh.tribunnews.com.

    Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY