Antisipasi Barang Hilang, Perusahaan Logistik Berupaya Ciptakan Berbagai Inovasi

0
37

Jakarta – (suaracargo.com)

Banyaknya kasus barang tidak sampai ke tangan pembeli sampai saat ini memunculkan kekhawatiran bagi pembelanja daring. Untuk menciptakan rasa aman, perusahaan-perusahaan logistik berupaya menciptakan inovasi layanan pemantauan, proses klaim yang cepat, dan juga asuransi.

Survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016 juga mengungkapkan, selama dekade terakhir, e-dagang di Indonesia tumbuh 17 persen dengan total bisnis unit sebanyak 26,2 juta. Angka ini memberikan gambaran bahwa bisnis e-dagang akan terus tumbuh.

Sistem logistik e-dagang juga butuh sentuhan teknologi digital. Era ini tidak bisa lagi mengandalkan pengiriman kuno yang lambat dan tidak bisa dipantau. “E-dagang perlu didukung dengan sistem logistik yang tak hanya bagus, tetapi juga hebat dan berkomitmen,” kata pendiri J&T Express Jet Lee di Jakarta Senin (23/10).

Dengan mengusung “Express Your Online Business”sebagai slogan, J&T berusaha menjadi jasa pengiriman pertama di Indonesia yang fokus pada bisnis online dengan sejumlah fasilitas yang memudahkan para pelaku bisnis online yang kini terus bertumbuh dengan pesat.

J&T ingin menciptakan rasa aman bagi pembeli dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI) untuk melacak posisi barang. Dengan aplikasi digital J&T kata Jet Lee, kini memiliki sistem pelacakan barang.

Cara pelacakan cukup mudah, yaitu dengan memasukkan nomor resi pengiriman ke dalam kotak Trace & Tracking lalu mengklik Submit. Selanjutnya korak Trace & Tracking pada aplikai akan menampilkan detail proses pengiriman dari kota asal ke kota tujuan akan muncul. Pembeli akan tahu kapan, dimana, ada kejadian apa dan keterangannya dari status kirimannya.

Tidak hanya mengetahui posisisi barang, pelanggan juga bisa mengetahui estimasi waktu barang sampai. Pelanggan juga bisa melakukan cek harga, bahkan hingga memesan petugas untuk mengambil barang di rumah. Penjemputan ini tidak terbatas berat dan ukuran, dengan layanan diberikan secara gratis.

Teknologi pelacakan telah diterapkan oleh Ninja Xpress (NX) sejak 2016 lalu. Dengan menawarkan harga pengiriman yang terjangkau, pembayaran secara online maupun COD, perusahaan ini menawarkan teknologi pelacakan.

Dengan sensor barcode, barang proses pengiriman barang dapat dilacak. Pihak NX akan melakukan beberapa kali proses scan seperti ketika barang dipak, mulai dikirim, dan seterusnya. “Yang menjadi keluhan biasanya barang yang dikirim lama tidak diproses. Padahal yang terjadi barang tetap dikirim tapi sistemnya tidak jalan,” ujar Country Head Ninja Xpress Indra Wiralaksmana, seperti dilansir koran-jakarta.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY