Antisipasi Penyebaran Virus, KKP Kelas II Bandung Tingkatkan Pengawasan di Pelabuhan Cirebon

0
349
Pelindo II Rancang Pelabuhan Cirebon Terhubung Tol Kanci. Foto: Istimewa (jppn.com)

Cirebon – (suaracargo.com)

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Bandung, Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Cirebon, Laut Indramayu dan Laut Balongan, akan meningkatkan pengawasan terhadap para pendatang dari luar negeri melalui jalur laut.

Peningkatan pengawasan ini dilakukan untuk mencegah masuknya berbagai virus mematikan yang berasal dari luar negeri. Seperti virus zika, mers, out break yellow paper dan lainya yang sedang melanda sejumlah negara endemis.

Kepala KKP Kelas II Bandung, Ananto Prasetya mengatakan, sudah sepatutnya KKP mewaspadai masuknya virus ke Wilayah Cirebon. Menurutnya, pelabuhan merupakan salah satu pintu gerbang peredaran atau perpindahan orang.

Adapun salah satu bentuk kewaspadaan terhadap masuknya virus, petugas KKP akan mengidentifikasi orang-orang yang memiliki indikasi terinfeksi virus tersebut, termasuk para anak buah kapal (ABK).

“KKP adalah unit pelaksana teknis Kementerian Kesehatan yang ada di daerah. Tugas kita adalah karantina kesehatan, dan kami tengah membuat rencana kontigensi. Karena kami melihat penyakit di belahan dunia lain telah merebak seperti di negara Anggola, Kongo, Luthinia dan Afrika,” terang Ananto di Cirebon, seperti dilansir dari KC Online.com.

Sejauh ini, terang Ananto, memang belum ada temuan akan masuknya virus mematikan ke Wilayah Cirebon. Meski demikian, hal itu perlu diwaspadai mengingat pelabuhan laut Cirebon dan Indramayu, menjadi sala hsatu pintu utama masuknya orang asing dari negara luar negeri melalui jalur laut.

Menurut Ananto, memang yang paling mesti diperhatikan adalah laut Balongan, karena aksesnya dari berbagai negar endemik. Sedangkan untuk pelabuhan laut Cirebon hanya dari dari Singapura dan Malaysia.

“Dari sanalah kemungkinan kita bisa terpapar penyakit tersebut yang dibawa anak buah kapal yang berasal dari negara endemis. Seperti Kongo dan lituania dan Afrika. Sehingga kami akan menyipakan sejumlah tenaga medis gabungan guna menangkal masuknya virus tersebut,” ujarnya.

Untuk saat ini, lanjut Ananto, KKP wilayah kerja Cirebon dan Indramayu memang belum dilengkapi alat thermal scane untuk mendeteksi suhu tubuh. Sehingga dalam kesiapann pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar bisa mencegah masuknya virus tersebut. “Kita masih bisa lakukan pemeriksaan terhadap pendatang dengan cara manual. Nantinya kita juga akan dibantu oleh petugas medis,” ujarnya.

Ananto menambahkan, sebagai langkah antisipasi jika ditemukan pendatang yang dinyatakan suspect, pihaknya akan langsung melakukan penindakan dini dengan melibatka semua unsur terkait. Dan jika telah positif maka akan dirujuk dan mendapat perawatan lebih lanjut di RS terdekat.

Ananto menjelaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan simulasi penanganan di pelabuhan laut Balongan yang bekerja sama dengan sejumlah pihak. “Dalam kegiatan nanti, kami akan libatkan sejumlah pihak yang terkait dan diadakan di Balongan Indramayu,” tuturnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here