Antrian Truk di Penyeberangan Gilimanuk Dikeluhkan Warga

0
238
Suasana salah satu dermaga feri Pelabuhan Gilimanuk saat arus mudik pada tahun 2013. ( https://id.wikipedia.org/wiki/Pelabuhan_Gilimanuk )

Bali – (suaracargo.com)

Warga mulai mengeluh terkait antrian truk yang akan masuk ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, karena suara bising yang ditimbulkan dari mesin maupun klakson kendaraan tersebut.

“Mudah-mudahan pihak pelabuhan segera menyelesaikan dermaga yang sedang diperbaiki. Hampir setiap malam kami sulit beristirahat, karena suara bising ratusan truk yang antri,” kata Jero, salah seorang warga Kelurahan Gilimanuk, yang tinggal tepat di pinggir jalan raya, Selasa.

Selain bising, ia juga mengatakan bahwa antrian truk yang sering masih terjadi hingga pagi hari juga menyulitkan aktivitas warga. Menurut dia, karena truk-truk besar memenuhi badan jalan, warga kesulitan untuk menyeberang dengan kendaraan, saat hendak mengantar anaknya sekolah.

“Kalau menyeberang pakai mobil sudah pasti tidak bisa. Setiap pagi saat mengantar anak ke sekolah, saya harus mencari celah diantara truk-truk agar sepeda motor saya bisa menyeberang,” kata Agus, warga lainnya, seperti dilansir antaranews.com.

Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Unit Pelabuhan Gilimanuk Sugeng Purwono saat dikonfirmasi mengatakan, perbaikan satu dermaga masih berlangsung sehingga berdampak terhadap berkurangnya kapal yang beroperasi.

Menurut dia, saat seluruh dermaga bisa digunakan, 30 unit kapal yang sandar bergantian bisa ditampung. Namun, untuk sementara ini, dermaga hanya mampu melayani sandar 24 kapal.

“Kami juga paham perbaikan dermaga ini membuat truk-truk besar harus antri. Tapi kami minta sopir dan masyarakat bersabar, karena perbaikan dermaga ini juga untuk meningkatkan pelayanan,” katanya.

Sejak satu dermaga diperbaiki, antrian truk besar yang hendak menuju ke Jawa sering terjadi, yang biasanya dimulai pukul 18.00 wita dan bisa berlangsung hingga menjelang siang hari berikutnya, tergantung sedikit banyaknya truk yang datang.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY