Antrian Truk yang Menginap Penuhi Terminal Petikemas Surabaya

0
447
Terminal Petikemas Surabaya (tps.co.id)
Terminal Petikemas Surabaya (tps.co.id)

Surabaya – (suaracargo.com)

Ratusan truk antre hingga menginap di sekitar Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Mereka berjajar memenuhi setiap ruas jalan di areal pusat keluar masuknya petikemas di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Mereka berharap waktu tunggu petikemas bisa dipercepat.

“Biasanya, saya menunggu sampai dua hari sebelum mendapat order. Kalau bisa sehari saja, kami sudah senang. Selama ini saya pulang dulu sebelum balik ke sini,” ucap Siswono, salah satu sopir yang membiarkan truknya parkir di pinggir areal TPS, Rabu (1/7/2015).

Bagi sopir, menunggu hingga menginap untuk mengangkut petikemas bukan sesuatu yang baru. Suatu ketika, antrean pernah begitu memanjang hingga meluber ke jalan raya. Antrian saat itu terjadi karena areal pelabuhan sudah penuh sesak.

“Begitu order dapat, kami langsung menuju areal dalam TPS. Setiap hari ya begini. Berhari-hari dan menginap di Perak,” kata seorang sopir yang biasanya bisa membawa pulang Rp 200.000 dari jasa sopirnya.

Meski dwelling time (waktu tunggu kontainer di pelabuhan) sudah ditekan, namun hingga saat ini belum ada pengaruh signifikan di TPS. Antrean memanjang dan truk menginap masih saja terjadi. Muhammad Soleh, Humas PT TPS, mengakui bahwa dwelling time rata-rata di Perak adalah 4 hari untuk ekspor.

Sementara untuk import dwelling time nya lebih lama, yakni rata-rata bisa sampai 7 hari. “Makanya, kami saat ini terus ngebut mengecek barang yang tidak jelas pemiiknya segera dikeluarkan dari pelabuhan,” kata Soleh, seperti dilansir surya.co.id.

Ada kecenderungan bahwa fungsi pelabuhan sebagai terminal kontainer berubah fungsi. TPS tidak boleh lagi menjadi tempat penimbunan, cukup menjadi tempat bongkar muat. TPS juga menyediakan lapangan atau pahan penumpukan. PT TPS sudah mengembangkan luasan lapangan penumpukan seluas 3 hektare.

“Kami juga melakukan penguatan dan pengembangan sistem. Global positioning system (GPS) dan booking and gate atuomation system (BGAS). Sekarang truk keluar masuk dengan cepat. Para sopir menginap karena menunggu pemilik petikemas menyelesaikan dokumen,” kata Soleh.

Saat ini, average in gate (eksport) untuk petikemas di TPS sekitar 4.000 petikemas per hari. Saat menjelang lebaran nanti, kepadatan berkurang karena puncak arus pengangkutan petikemas justru terjadi menjelang puasa.

“Kami segera mengeluarkan jadwal bongkar muat selama Lebaran. Namun biasanya H-4 jadwal khusus lebaran dikeluarkan. Namun kami jamin bahwa kepadatan peti kemas menjelang lebaran malah berkurang hingga 10-20 persen. Jadi tak ada yang perlu dicemaskan,” kata Soleh.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here