APINDO Jabar Minta Pemerintah Siapkan Lahan Pengganti Pelabuhan Cilamaya

0
234

Bandung – (suaracargo.com)

Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Barat meminta pemerintah segera menyiapkan lahan pengganti Pelabuhan Cilamaya di Kabupaten Karawang.

Ketua Apindo Jabar Dedy Widjaja mengatakan, keberadaan pelabuhan berskala internasional di kawasan ini sudah sangat mendesak untuk direalisasikan. Hal itu dikarenakan daya tampung Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah overload.

Menurutnya, jangan sampai pengkajian ulang yang dilakukan pemerintah mementahkan lagi realisasi pembangunan yang sudah dipetakan.

“Proyek sekarang jadi mentah lagi. Kami ingin pemerintah segera menetapkan lokasi yang pas untuk penggantinya paling tidak sejauh lima kilometer dari lokasi awal agar tidak mengganggu aktivitas Pertamina,” katanya kepada Bisnis.com, Rabu (21/1/2015).

Dedy juga menjelaskan konsep tata ruang yang sudah dibuat sebelumnya untuk Pelabuhan Cilamaya tidak akan banyak berubah jika lokasi dipindahkan ke kawasan lain yang masih berada dalam satu kabupaten.

Berbeda halnya jika lokasi dipindahkan ke kawasan lain yang berbeda kabupaten bahkan provinsi. Pemindahan seperti itu akan menyebabkan diharuskannya melakukan kajian kembali dari awal.

Dia juga menjelaskan keberadaan pelabuhan ini dikhususkan bagi ekspor-impor kendaraan dari Kabupaten Karawang sekaligus pengalihan sebagian aktivitas bongkar muat di Tanjung Priok. “Aktivitas ekspor-impor kendaraan di Priok tidak mungkin lagi dilakukan dengan optimal. Karena barang yang dibongkar muat tidak berbentuk di dalam kontainer melainkan langsung berupa kendaraan,” katanya.

Dedy lalu mengungkapkan saat ini biaya transportasi membengkak karena distribusi barang ke Pelabuhan Tanjung Priok sering terhambat seperti kemacetan bahkan banjir. “Sekarang biaya transportasi ke Tanjung Priok bisa beberapa kali lipat karena banyaknya hambatan. Apalagi, akses menuju pelabuhan serta sebaliknya tidak dimungkinkan lagi untuk ditambah kapasitasnya,” katanya.

Dia menjelaskan Pelabuhan Cilamaya nantinya akan terintegrasi dengan kawasan industri di Majalengka karena adanya jalur tol Cikampek-Palimanan (Cipali), sehingga aktivitas ekspor-impor di Jabar akan semakin menggeliat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Ferry Sofwan Arief mengatakan salah satu solusi terkait realisasi pelabuhan berskala internasional itu agar tetap direalisasikan yakni memindahkannya ke daerah lain yang terdekat.

Dia menuturkan lokasi pelabuhan bisa digeser dua hingga tiga kilometer karena sudah hampir tidak mungkin untuk membangun pelabuhan di lokasi yang telah direncanakan.

“Selain biaya besar risikonya pun tinggi, karena jika pipa sampai terputus ataupun bocor bisa mencemari laut,” ujar Ferry beberapa waktu lalu.

Pemprov Jabar tetap mendorong proyek pelabuhan yang akan menopang jalur logistik di kawasan industri tersebut tetap berjalan.

Seperti diketahui, pemerintah pusat memastikan rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya Kabupaten Karawang Jawa Barat akan dikaji ulang.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY