Aplikasi Kargoku Siap Optimalkan Truk Logistik

0
802
Martin Nababan, CEO & Founder Kargoku. (teknologi.metrotvnews.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Tpedia Nusantara resmi meluncurkan aplikasi Kargoku, Sabtu (8/10/16), di Workroom Coffee, Cikini. Aplikasi ini bertujuan menghadirkan kemudahan bagi pemilik barang atau kargo dan pemilik jasa logistik untuk dapat saling bertemu satu sama lain.

“Kemacetan menjadi masalah utama di bidang efisiensi biaya logistik. Dari truk logistik yang aktif mengantar barang, 40 persen truk kembali ke kota asal dalam keadaan kosong. Hal ini yang juga memperbesar biaya logistik tersebut,” ujar CEO & Founder Kargoku, Martin Nababan, seperti dilansir metrotvnews.com.

Kargoku hadir atas dasar kondisi penggunaan internet yang semakin tinggi di Indonesia serta bertambah banyaknya kehadiran startup baru yang mendapatkan investasi. Pemberian investasi tersebut turut memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis digital di Indonesia.

posko-garut

Pemilihan bidang logistik, menurut Kargoku, sebagai salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan bisnis atau perusahaan. Menurut data dari LPI, logistik di Indonesia masih tertinggal dari sejumlah negara tetangga, menduduki peringkat 63.

Melalui aplikasi dan layanan di situs, Kargoku menawarkan kemudahan bagi pemilik kargo dalam menemukan kendaraan truk yang sesuai dengan kebutuhan dan harga yang diinginkan. Penawaran ini juga diklaim akan bermanfaat bagi pemilik kendaraan truk logistik.

Menggunakan sistem lelang terbuka dalam prosesnya, Kargoku memungkinkan pemilik kargo dan pemilik truk mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Pemilik kargo dapat memperoleh harga jasa pengiriman yang lebih murah, serta kemudahan dalam hal pembayaran. Sedangkan pemilik truk dapat mengurangi jumlah kendaraan yang menganggur karena aplikasi ini memungkinkan truk mendapatkan muatan saat kembali dari kota tujuan pengantaran ke kota asal. Dengan demikian pemilik truk juga akan mendapatkan pendapatan tambahan.

Martin juga menyebut, pihaknya akan mengkaji pertumbuhan dan keberhasilan aplikasi ini di Indonesia selama satu tahun mendatang, sebelum memutuskan untuk merambah ke negara lainnya. Selain itu, Martin juga mengaku tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan sejumlah pihak di luar pelaku industri logistik, termasuk pemerintah dan BUMN.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here