APTRINDO Minta Pemerintah Perbaiki Jembatan Cisomang

0
303
Jembatan Cisomang (bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia berharap agar pemerintah segera memperbaiki jembatan Cisomang, Jawa Barat yang berada di ruas tol Pubaleunyi. Mereka meminta agar jembatan itu dapat dilewati angkutan barang truk karena jika tidak para pengusaha truk bisa menderita kerugian.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Bidang Distribusi dan Logistik Kyatmaja Lookman mengatakan, biaya operasional angkutan barang truk dipastikan akan terdongkrak karena waktu tempuh bertambah akibat jembatan Cisomang tidak bisa dilalui truk.

Tidak hanya itu, dia mengatakan pula bahwa pertambahan waktu tempuh juga membuat utilisasi truk-truk yang mengangkut barang menjadi lebih rendah dibandingkan saat jembatan Cisomang bisa dilalui oleh angkutan barang.

“Pasti naik [Biaya operasional] dikarenakan waktu tempuh yang tambah panjang,” kata Kyatmaja, Jakarta, Senin (26/12/2016).

Saat ini, dia mengatakan, perjalanan angkutan barang berbasis jalan raya berupa truk rute Jakarta-Bandung bisa menjadi sekitar 5-8 jam dari 3-5 jam akibat tidak bisa dilaluinya jembatan Cisomang. Waktu tempuh tersebut, dia menambahkan, bahkan bisa lebih lama lagi jika jalan non-tol mengalami kemacetan.

Dia menuturkan, waktu tempuh yang lebih lama juga membuat jumlah perjalanan angkutan barang berbasis jalan raya truk lebih sedikit dari biasanya. Dia mengungkapkan, utilisasi truk-truk di rute tersebut bisa turun hingga 50%.

“Yang dulu bisa dua trip, mungkin sekarang satu trip. Yang dulu satu trip sehari, [Saat ini] bisa-bisa butuh waktu lebih lama,” katanya, seperti dilansir bisnis.com.

Kondisi tersebut, dia menuturkan, membuat para pengusaha angkutan barang akan mencoba melakukan negosiasi harga dengan pemilik barang meski hal tersebut biasanya tidak bisa dilaksanakan lantaran harga-harga sudah tertera dalam kontrak.

Selain berusaha melakukan negosiasi harga, dia mengatakan para pelaku usaha truk juga berharap para pemilik barang menurunkan barang-barangnya dengan cepat. Dia berharap truk-truk pengangkut barang tidak dibiarkan menunggu lama untuk proses bongkar barang.

Dia mengingatkan, saat ini produktivitas angkutan barang truk secara keseluruhan hanya 65% akibat waktu bongkar, macet, dan sebagainya.

Penulis: Yudi Supriyanto
Editor : M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY