Arkos, Aplikasi Untuk Efisienkan Pengiriman Logistik dan Barang Resmi Diluncurkan

0
279
Para inisiator Arkos, dari kiri ke kanan Bungaran Ariwibowo, Antoni Tampubolon, Eldi Munggaran, dan Osman Tampubolon, di kantor PT Armada Kosong Indonesia Rawamangun, Jakarta Timur. (Imstimewa) - beritasatu.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Layanan transportasi dengan memanfaatkan aplikasi teknologi digital terus berkembang. Meskipun sempat mendapatkan protes dari Organda karena layanan itu menggunakan kendaraan pribadi berpelat hitam, layanan seperti Gojek, Grabbike, Blujek dan lain-lain tetap eksis.

Gojek yang diarsiteki Nadiem Makarim sejak 2011, awalnya berfokus pada layanan penumpang atau alat transportasi layaknya ojek. Belakangan, para pengojek itu tak hanya mengangkut penumpang melainkan juga mengantar barang.

Berbeda dengan Gojek dan sejenisnya, kini muncul layanan armada pengangkut barang dengan aplikasi Armada Kosong atau Arkos. Aplikasi Arkos adalah aplikasi berbasiskan web dan mobile yang mempertemukan pemilik barang atau pengguna (user) dengan penyedia armada truk (provider). Layanan ini memungkinkan pencarian armada angkutan barang menjadi lebih cepat dan tepat. Dari sisi pemilik armada, truk yang dioperasikan menjadi lebih efisien. Sedangkan dampak luasnya adalah efisiensi penggunaan badan jalan karena bakal mengurangi truk-truk tanpa muatan melenggang di jalan.

Menurut Direktur Utama PT Armada Kosong Indonesia Antoni Tampubolon, ide pembuatan sistem aplikasi Arkos berawal dari kenyataan di lapangan di mana truk-truk perusahaan angkutan kosong sekembalinya dari bongkar muatan. Saat kembali ke pool atau tempat asal, truk kosong tersebut sulit mencari muatan.

Di sisi lain, realitas di lapangan berkaitan dengan transportasi logistik juga menunjukkan bahwa pemilik barang sering kali kesulitan mencari vendor (penyedia truk) ketika banyak logistik harus diangkut sehingga harga menjadi mahal manakala ketersediaan truk seolah berkurang.

Ditambahkan, aplikasi Arkos yang resmi diluncurkan Jumat (29/1), di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur ini tidak bertentangan dengan aturan sebab armada yang terdaftar dan digunakan adalah angkutan umum alias truk berpelat kuning.

“Penyedia armada yang nantinya terdaftar adalah mereka yang sudah berbadan usaha sesuai PP tentang angkutan jalan, sehingga calon pengguna tak perlu khawatir akan hadirnya penyedia jasa transportasi dan logistik nakal,” katanya, Selasa (2/2),

Pada aplikasi Arkos ini, para penyedia truk sudah memberikan harga tertentu serta lokasi dalam sistem aplikasi. Dengan demikian para pemilik barang yang membutuhkan armada tinggal memilih armada termurah dan terdekat.

Selain soal harga, para pemilik barang atau user bisa mempertimbangkan, memilih, dan memutuskan penyedia truk mana yang sesuai dengan kapasitas barang yang akan diangkut. Tidak fasilitas itu saja, user juga dimungkinkan untuk memilih berdasarkan kredibilitas perusahaan penyedia truk.

Penyedia truk akan mendaftarkan posisi truk yang tersedia (available) yang akan siap untuk menerima muatan. Sistem Arkos akan memberikan informasi muatan dan kebutuhan truk kepada seluruh penyedia truk yang telah mendaftarkan truk kosong sesuai posisinya.

Ketika pengguna jasa sudah memutuskan pilihan kepada salah satu penyedia truk, maka sistem Arkos akan langsung memberitahukan kepada pengemudi tentang rencana muatan tersebut.

Penyedia truk memperlengkapi para sopir truknya dengan hand phone berbasiskan android atau apple. Melalui hand phone tadi sopir akan menggerakkan armada ke lokasi muat. Pengguna armada akan dapat memonitor pergerakan truk dari sejak menentukan pilihan, pemuatan barang, sampai proses bongkar di lokasi tujuan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY