Arus Pelabuhan Naik Tipis di Pelabuhan Kelolaan Pelindo III

0
294
ilustrasi penumpukan peti kemas

Perlambatan ekonomi dunia juga berdampak signifikan terhadap arus peti kemas di beberapa pelabuhan yang dikelola PT Pelindo III (Persero). Sepanjang 2015, arus peti kemas di lingkungan Pelindo III hanya mengalami peningkatan sebesar 1 persen.

Pada periode Januari-Desember tahun lalu, arus peti kemas tercatat sebanyak 4.360.669 TEU’s atau terjadi peningkatan tipis dibandingkan tahun 2014 yang tercatat 4.337.555 TEU’s. ”Meski ekonomi global mengalami perlambatan, arus peti kemas tetap bisa tumbuh 1 persen. Ini menunjukkan bahwa angkutan barang melalui transportasi laut menggunakan peti kemas masih menjadi primadona,” kata Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto dalam keterangan resmi, kemarin (8/1) dan dilansir indopos.co.id.

Dari total arus peti kemas yang melalui pelabuhan yang dikelola Pelindo III tersebut, peti kemas domestik masih mendominasi dengan komposisi mencapai 57 persen atau 2.504.288 TEU’s. Sedangkan komposisi peti kemas internasional tercatat 43 persen dengan jumlah peti kemas sebanyak 1.856.381 TEU’s.

Pelindo III sendiri mengoperasikan sebelas pelabuhan pada tujuh provinsi yang digunakan untuk melayani kegiatan bongkar muat peti kemas. Ke sebelas pelabuhan tersebut di antaranya Pelabuhan Tanjung Perak, Tanjung Emas Se marang, Ban jarmasin,Tenau Kupang, Benoa, Sampit, Kota baru, Lembar, Kumai, Maumere dan Bima.

Realisasi arus peti kemas sepanjang tahun lalu masih didominasi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan catatan 3.120.683 TEU’s atau terjadi peningkatan tipis sebesar 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 3.105.827 TEU’s. Jumlah arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak tersebut terdiri dari 1.350.811 TEU’s di Ter minal Peti kemas Surabaya yang dioperasikan oleh PT TPS, 1.080.648 TEU’s di Terminal Ber lian yang dioperasikan oleh PT BJTI, 120.688 TEU’s di Terminal Teluk Lamong yang dioperasikan oleh PT TTL.

Sedangkan sisanya sebanyak 568.536 TEU’s di Terminal Konvensional (Jamrud, Mirah dan Nilam Timur) Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah Pelabuhan Tanjung Perak disusul Pela buhan Tanjung Emas dengan catatan sebanyak 608.984 TEU’s dengan rincian 608.199 TEU’s di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) dan 785 TEU’s di Pelabuhan Konvensional Tanjung Emas.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 5,6 persen dari tahun 2014 sebelumnya, di mana terealisir 576.866 TEU’s. Namun, peningkatan arus peti kemas di Pulau Jawa tersebut ternyata tidak diikuti oleh pelabuhan- pelabuhan lain di wilayah Kalimantan. Penurunan arus barang berkemasan peti kemas di pulau yang kaya hasil tambangnya itu diperkirakan sebagai dampak dari kebijakan pemerintah yang melarang ekspor minerba.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY