Arus Peti Kemas di Pelabuhan Semarang Naik 15,5 Persen

0
441
Ilustrasi kegiatan pengangkutan peti kemas di pelabuhan (foto ilustrasi: Istimewa / koran-sindo.com)
Ilustrasi kegiatan pengangkutan peti kemas di pelabuhan (foto ilustrasi: Istimewa / koran-sindo.com)

Semarang – (suaracargo.com)

Awal tahun 2015 ini, arus bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang mengalami peningkatan 15,51% dibanding awal 2014. Peningkatan ini tidak lepas dari meningkatnya kegiatan ekspor-impor Jateng di awal 2015.

General Manager TPKS Iwan Sabatini mengatakan, jika pada Januari 2014 volume bongkar muat mencapai 45.284 Teus maka pada bulan yang sama tahun ini volume bongkar muat mencapai 52.308 Teus. “Awal tahun ini terjadi peningkatan cukup baik dibanding awal tahun lalu, mengalami peningkatan sekitar 15,51%,” katanya, Kamis (12/2/2015), sebagaimana dilansir ekbis.sindonews.com.

Iwan juga mengatakan, pihaknya optimis pada tahun ini, volume troughput bisa mencapai 635.000 Teus. Optimisme tersebut didasari oleh peningkatan yang cukup baik tersebut. Selain itu, optimisme tersebut tidak lepas dari semakin banyaknya pabrik di Jateng.

Untuk terus meningkatkan arus bongkat muat di Pelabuhan Tanjungemas, saat ini TPKS sedang mengembangkan perpanjangan dermaga dari 495 meter menjadi 600 meter. Selain penambahan perpanjangan dermaga, TPKS juga memperluas lapangan penumpukan seluas 5,3 hektar serta menambah peralatan guna memperlancar bongkar muat peti kemas.

Dengan adanya dermaga ini, jumlah kapal yang sandar di TPKS akan bertambah dan muatan yang dibawa akan lebih banyak. Untuk itu diharapkan, pemerintah segera melakukan pendalaman alur hingga minus 12 meter sesuai dengan harapan para pengguna jasa khusnya pelayaran, untuk mendorong pertumbuhan ekspor impor di Jateng.

Dia mengaku, kendala yang dihadapi TPKS saat ini adalah faktor kedalaman alur. Saat ini kedalaman alur di pelabuhan Tanjung Emas, masih minus 10 meter. Sementara, harapan para pelaku usaha pelayaran kedalaman alur diharapkan bisa minus 12 meter, sehingga kapal-kapal yang lebih besar bisa sandar.

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah Ari Wibowo mengatakan, peningkatan volume bongkar muat peti kemas karena meningkatnya ekspor-impor.

Khusus untuk Impor, Ari mengaku, sampai saat ini industri di Jateng masih banyak yang melakukan impor baku (raw material) dari luar negeri. “Masih banyak industri yang tergantung dengan bahan baku impor. Hal ini menjadikan impor kita juga naik,” tandasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here