Arus Peti Kemas di TPK Kariangau, Balikpapan, Capai 190.700 TEUs

0
556
MENDEKATI TARGET: Arus peti kemas yang masuk di Terminal Peti Kemas Kariangau, Balikpapan, terus tumbuh. Realisasi hingga Oktober 2014 mencapai 190.700 TEUs.(dok/kp)
MENDEKATI TARGET: Arus peti kemas yang masuk di Terminal Peti Kemas Kariangau, Balikpapan, terus tumbuh. Realisasi hingga Oktober 2014 mencapai 190.700 TEUs.(dok/kp)

Balikpapan – (suaracargo.com)

Arus peti kemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau sejak Januari hingga Oktober 2014 telah mencapai 80 persen dari target 2014 sebanyak 184,892 boks atau setara dengan 190.700 kontainer atau TEUs (Twenty Foot Equivalent Units).

Kepala Humas PT Kariangau Kaltim Terminal (KKT) selaku pengelola TPK Kariangau, Irwin Andrian Noer, mengungkapkan bahwa realisasi target 2014 optimistis akan tercapai. Optimisme itu didasarkan pada aktivitas KKT yang memiliki kecenderungan untuk terus tumbuh. Bahkan memasuki akhir tahun, KKT akan meningkatkan jam kerjanya, karena sudah memasuki peak season Natal dan Tahun Baru.

“Intensitas aktivitas di TPK Kariangau akan menurun saat Februari, di mana ombak besar melanda perairan Indonesia,” jelasnya, sebagaimana dilansir oleh kaltimpost.co.id

Saat ini, KKT melakukan arus bongkar dalam negeri sebanyak 73.267 TEUs atau setara dengan 71.087 boks peti kemas. Di mana target realisasinya hingga akhir 2014 mencapai 92.053 TEUs atau 90.038 boks peti kemas.

Sementara untuk muat, KKT sudah melakukan pengiriman peti kemas 74.245 TEUs atau setara dengan 71.811 boks peti kemas. Sementara target realisasi 2014 mencapai 94.709 TEUs atau 91.931 boks peti kemas. “Untuk bongkar didominasi oleh komoditas Consumer Goods, sedangkan untuk muat masih didominasi dari pengiriman besi tua dan barang-barang daur ulang lainnya,” jelas Irwin.

Sementara itu, perdagangan luar negeri KKT mencatat impor sebanyak 1.559 boks peti kemas atau 1.975 TEUs dengan target realisasi mencapai 2.861 boks atau 3.836 TEUs. Sedangkan untuk ekspor satu-satunya yang sudah memenuhi target realisasi dengan 62 boks peti kemas atau 102 TEUs, dengan realisasi hingga Oktober 62 boks peti kemas atau 105 TEUs. “Masih didominasi produk-produk spare parts untuk kebutuhan otomotif maupun industri,” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY