Asal Reformasi di Bidang Logistik Serius Dikerjakan, Biaya Logistik Bisa Ditekan

0
322
Ilustrasi aktivitas bongkar muat pelabuhan. (Republika/Tahta Aidilla)

Jakarta – (suaracargo.com)

Kepala Ports Practice di Roland Berger, Anthonie Versluis menyatakan Indonesia saat ini masih tercatat sebagai negara dengan biaya logistik terbesar di Asia Tenggara. Biaya logistik di Indonesia masih mencapai sekitar 30% dari produk domestik bruto (PDB).

Namun, Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk bisa mengurangi biaya logistik hingga 19 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2020 atau sebanyak 9% dari PDB pada 2035. Perusahan konsultan berskala global Roland Berger menegaskan penurunan itu bisa terjadi kalau ada upaya pemerintah secara serius untuk memodernisasi pelabuhan dan membuka sektor logistik untuk investasi asing.

“Indonesia memiliki kesempatan untuk mengubah industri logistik jika reformasi ditetapkan,” tandasnya, seperti dilansir jaringnews.com.

Oleh sebab itu, mengembangkan dan merampingkan rantai logistik untuk memastikan efisiensi yang lebih besar bagi semua pihak serta adopsi teknologi baru yang mengubah permainan baru untuk industri logistik Indonesia sudah tidak dapat ditunda-tunda lagi.

“Kunci untuk merevolusi logistik yaitu melalui kerjasama langsung antara pengirim dan pengangkut. Hal ini dimungkinkan melalui teknologi baru dan cara berpikir baru tentang manajemen rantai pasokan,” tandasnya.

Open Port adalah multi-shipper platform dan terobosan aplikasi mobile untuk menghubungan supir truk. Selama ini biaya logistik angkutan truk mencakup 72% dari biaya logistik transportasi. Oleh sebab itu diperlukan pendekatan pasar yang netral dan transparan untuk menghubungkan pengirim dengan truk pengangkut truk.

“Open Port memudahkan pencarian truk agar tak menghabiskan waktu menunggu truk pengangkut kosong,” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here