ASDP Pelabuhan Pungur Dinilai Kurang Ketat Awasi Bongkar Muat di Pelabuhan

0
618
Sebuah mobil ekpedisi yang diduga bermuatan sembako, minuman, rokok dan barang elektronik kawasan Free Trade Zone (FTZ) yang melewati pelabuhan Telaga Punggur ke Tanjung Uban tidak dilakukan pemeriksaan serius oleh petugas BC. (Alvin Lamaberaf / tribunnews.com)

Batam – (suaracargo.com)

Pengawasan keluar masuknya barang melalui mobil ekspedisi di pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Batam, Provinsi Kepri oleh petugas Bea dan Cukai, pegawai ASDP dan Polisi selama ini terlihat asal-asalan.

Seperti kejadian yang terlihat pada hari Minggu (13/12/2015). Sebuah mobil ekpedisi yang diduga bermuatan sembako, minuman, rokok dan barang elektronik kawasan Free Trade Zone (FTZ) yang melewati pelabuhan Telaga Punggur ke Tanjung Uban tidak diperiksa secara serius oleh petugas BC.

Selain itu, kendaraan seperti sepeda motor dan mobil yang tidak melengkapi surat-surat juga dibiarkan menyeberang oleh petugas. Para pengendara dengan seenaknya membayar karcis dan uang lainnya terhadap oknum polisi dan pegawai ASDP yang bertugas di pelabuhan.

Kepala kantor Bea dan Cukai tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo via telepon mengatakan, pengawasan keluar masuknya barang dari Batam melalui pelabuhan ASDP Telaga Punggur berdasarkan manifest yang diajukan ekpedisi terhadap kantor BC di Batu Ampar. Sehingga petugas BC yang berada di lapangan tinggal mencocokkan manifest tersebut dengan barang yang dimuat ekpedisi.

“Pengawasan hanya berdasarkan manifes yang diajukan ekpedisi di kantor BC Batam. Petugas tinggal cocokan saja,” Kata Nugroho Minggu (13/12/2015).

“Pengawasan dilakukan berdasarkan manifes. Kalau ekpedisi membawa barang diluar manifes maka dapat diketahui melalui intelijen kami dan akan dilakukan pembongkaran,” kata Nugroho, seperti dilansir tribunnews.com.

Nugroho menambahkan, seluruh barang yang keluar dari Batam dilakukan pungutan Bea Masuk dan pajak impor yang diawasi petugas seksi penindakan dan di backup seksi intelijen.

Selain itu, keterbatasan jumlah personil dan sumber daya manusia membuat pihaknya menerapkan manajemen resiko untuk melakukan pengawasan. “Personil BC terbatas sehingga seluruh pegawai ditugaskan untuk mengawasi wilayah Batam 24 jam,” katanya.

Sementara itu, Jono, seorang pedagang di pelabuhan ASDP mengatakan, biasanya petugas dan aparat di pelabuhan ASDP Punggur jarang melakukan pemeriksaan barang yang dimuat truk ekpedisi. Padahal, barang yang dimuat seringkali sudah over kapasitas.

“Truk ekpedisi yang over kapasitas tidak ditegur dan diperiksa. Motor dan mobil pribadi kalau surat-surat tak lengkap lewat saja,” ujar Jono.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here