Atasi Dwelling Time, Dirjen Bea Cukai Usulkan Kenaikan Tarif

0
363
ilustrasi penumpukan peti kemas (okezone.com)
ilustrasi penumpukan peti kemas (okezone.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai meminta pelabuhan menaikkan tarif inap barang di pelabuhan. Pasalnya, tarif yang cukup murah itu mengakibatkan terjadinya penimbunan barang di pelabuhan.

“Fakta di lapangan banyak importir yang memang tidak punya gudang. Kemarin waktu pertemuan di Kemenkeu ini akan diambil kebijakan oleh otoritas pelabuhan dengan menerapkan biaya progresif,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Bea Cukai Supraptono di kantornya, Jakarta, Selasa (23/6/2015).

Dia menyatakan, saat ini tarif penimbunan barang di pelabuhan dirasa masih menguntungkan para pengusaha. Sehingga, banyak barang yang sudah dibongkar masih tersimpan di pelabuhan.

Barang – barang tersebut, lanjutnya, mengakibatkan lamanya dwelling time (waktu bongkar muat) di pelabuhan Tanjung Priok sebesar 5,5 hari. Padahal, target dwelling time yang disepakati sebesar 4,7 hari.

“Karena ongkos untuk nimbun di pelabauhan masih lebih murah daripada ditimbun di luar dan tentunya lebih aman karena di pelabuhan,” kata Supraptono, seperti dilansir okezone.com.

Di tempat yang sama, Kepala KPU Bea Cukai Tanjung Priok Fadjar Donny Cahyadi menuturkan, tarif progresif ditentukan oleh otoritas pelabuhan. Sehingga, pihak Bea Cukai tidak memiliki kewenangan untuk mengusulkan kenaikan tarif tersebut.

“Pelindo otoritas pelabuhan saya kira lebih pas ditanyakan. Bea Cukai enggak merekomendasikan tarif progresif,” ujar Donny, seperti juga dilansir okezone.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here