Atasi Dwelling Time, Indonesia Diminta Tiru Pelabuhan Dubai

0
291
ilustrasi pelabuhan (koran-sindo.com)
ilustrasi pelabuhan (koran-sindo.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Permasalahan dwelling time (waktu bongkar muat) di Pelabuhan memang tengah menjadi polemik hingga saat ini. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Indonesia diminta untuk dapat meniru beberapa negara yang membuat otoritas pelabuhan menjadi penguasa tunggal.

Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) sekaligus Mantan Dirjen Bea dan Cukai, Fuad Bawazier menyatakan, pelabuhan Dubai di Uni Emirat Arab saat ini menjadi salah satu pelabuhan terbaik dunia. Prestasi tersebut dikarenakan otoritas pelabuhan yang memiliki kewenangan besar untuk mengatur arus keluar masuknya barang.

“Port authority terbagus itu Dubai. Amerika saja menyarakankan studi banding ke sana,” kata Fuad di Restoran Dua Nyonya Cikini, Jakarta, Minggu (30/8/2015).

Menurutnya, ada baiknya Indonesia pun melakukan studi banding ke pelabuhan lain seperti Dubai dan Singapura. Sebab, keduanya merupakan pelabuhan yang memiliki sistem canggih dan efisien.

“Jadikan saja port authority of Tanjung Priok. Pengusa tunggal. Kayak di Singapura dan Dubai. Bisa enggak memangkas kepentingan sektoral. Kalau ini berhasil bisa diterapkan di pelabuhan lain di Indonesia,” kata dia, seperti dilansir okezone.com.

Kasus dwelling time memang melibatkan banyak pihak, seperti beberapa Kementerian terkait pengurusan izin, Ditjen Bea dan Cukai, serta otoritas pelabuhan. Banyaknya kepentingan pihak lain tersebut disinyalir menimbulkan lamanya dwelling time. Hal itulah yang sempat membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram.

Untuk itu, otoritas pelabuhan diminta menjadi penguasa tunggal agar dapat meminimalisir penyelewengan dan memiliki kewenangan lebih untuk mengurus masalah dwelling time.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY