Atasi Dwelling Time, Pemerintah Didesak Terapkan Tarif Progresif

0
392
ilustrasi pelabuhan (beritasatu.com)
ilustrasi pelabuhan (beritasatu.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah diminta memberlakukan tarif progresif di Pelabuhan Tanjung Priok. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi adanya kontainer yang dengan sengaja disimpan atau ditumpuk di pelabuhan tersebut.

“Dulu ada sistem progesif tarif. Kalau kontainer, sudah satu bulan di pelabuhan juga bisa dipaksa keluar dari pelabuhan. Disebut barang tak bertuan. Saat ini hal itu bisa saja diberlakukan kembali,” ujar mantan Dirut Pelindo II, Sabirin Saiman, saat diskusi soal dwelling time di Warung Daun, Jakarta, Kamis (3/9).

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya mendukung upaya Menko Maritim yang ingin membenahi dwelling time. Termasuk mempersingkat proses perizinan yang ada disejumlah instansi pemerintah.

“Dwelling time, sebenarnya persoalan bongkar muat sudah selesai. Itu bukan lagi soal bongkar muat. Namun masalah barang bisa keluar atau tidak. Tergantung kelengkapan dokumen ataupun petugas yang di lapangan. Ini masalah teknis sebenarnya. Ini hanya soal barang lama stay di pelabuhan,” jelas Sabirin, seperti dilansir indopos.co.id.

Menurutnya, lamanya kontainer di pelabuhan juga ditentukan di lapangan. “Seperti pelayanan petugas pemerintah dan perilaku importir itu sendiri. Seperti apakah mereka sudah menyelesaikan dokemen. Atau memang sengaja menyimpan barangnya di pelabuhan. Jadi dwelling time, lebih banyak karena masalah teknis bukan sistemnya,” pungkas Sabirin.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here