Atasi Pungli, Kemenhub Ambil Alih Jembatan Timbang

0
620
Sejumlah truk berukuran besar parkir di sekitar Jembatan Timbang (JT) Bangudono, Boyolali, Minggu (14/9/2014). JT tersebut tutup sejak empat bulan lalu hingga membuat warga khawatir lantaran jumlah truk yang melintas jalur Solo-Semarang semakin banyak dan mengancam keselamatan kendaraan lain. (Irawan Sapto Adi/JIBI/Solopos)

Jakarta – (suaracargo.com)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil alih pengelolaan jembatan timbang yang selama ini dikelola oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Pengambil alihan ini dilaksanakan karena maraknya praktek pungutan liar (pungli) di jembatan-jembatan timbang sehingga membuat biaya logistik meningkat.

“Kemenhub akan mengelola jembatan timbang. Ada 140 jembatan timbang yang haru di kelola. Semua ini notabene banyak pungli,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam diskusi “Memberantas Pungutan Liar Jembatan Timbang” di Hotel Century Park, Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Dalam mengelola jembatan timbang, dia mengaku bahwa masih banyak yang perlu dibenahi oleh Kemenhub. Untuk itu, melalui diskusi ini, Budi meminta suatu solusi yang harus dilakukan guna menyelesaikan kegiatan pungli di jembatan timbang.

header-baru-suaracargo

“Ini amanah baik bagaimana cari jalan keluarnya. Makanya kita bilang perlu ada solusi karena masih ada fakta pungli seperti ini. Solusi pasti beragam, tapi bagaimana membuat suatu cara pengamanannya,” ujarnya, seperti dilansir

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II ini melanjutkan, untuk menyelesaikan pungli di jembatan timbang, budaya malu harus kembali digalakan. Sebab, mereka yang melakukan pungli sebenarnya sudah tahu jika truk angkut yang ditimbang sudah kelebihan beban. Namun, truk-truk itu tetap saja diakali dengan mempersilahkan lewat.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here