Atasi Tingginya Ongkos Logistik, Pemerintah Bentuk Tim Khusus

0
413
ilustrasi rapat terbatas (okezone.com)
ilustrasi rapat terbatas (okezone.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengadakan rapat terbatas (ratas) mengenai pelabuhan. Salah satu poin yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah masih tingginya biaya logistik di pelabuhan. Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah akan segera membentuk tim task force (tim penanganan masalah) untuk menekan tingginya biaya logistik di pelabuhan.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil menegaskan, alasan pembentukan tim task force dikarenakan selama ini biaya logistik di pelabuhan Indonesia masih sangat mahal. Bahkan, biaya itu hampir menyentuh 24 persen dari growth domestic product (GDP) nasional.

“Kalau kita ingin perbaiki efisiensi ekonomi kita, maka harus perbaiki salah satunya masalah biaya logistik. Komponen biaya logistik yang signifikan itu biaya transportasi, dan kalau kita lihat efisiensi pelabuhan itu menjadi hal yang sangat penting,” ucap Sofyan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/2/2015), sebagaimana dilansir okezone.com.

Sofyan menambahkan, tim ini nantinya memiliki tugas untuk melaporkan mengenai masalah dan kendala yang dihadapi yang menjadi sumber inefisiensi di pelabuhan. Nantinya akan dilaporkan ke Presiden dari waktu ke waktu supaya segala sumber inefisiensi, terutama akibat birokrasi bisa diselesaikan segera.

“Karena selama ini masalahnya adalah pelabuhan kita itu utulisasinya masih sangat rendah. Sebab itu pembangunan pelabuhan baru, terutama pelabuhan utama perlu dipikirkan ulang,” sambungnya.

Sofyan juga menjelaskan, tim ini akan di berada bawah koordinasinya dan diawasi langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tim ini juga akan melaporkan secara berkala, kondisi riil yang terjadi di pelabuhan.

“Komponen biaya logistik yang signifikan itu biaya transportasi, kemudian kalau kita lihat efisiensi pelabuhan itu menjadi hal yang sangat penting,” tukasnya.

Ratas ini dihadiri oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soermano, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan. Selain itu juga dihadiri oleh direktur utama PT Pelindo I dan II.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here