Balai Pertemuan di Tarakan Jadi Pelabuhan Penumpang dan Barang

0
454
Salah satu penumpang yang berada di Pelabuhan Tana Merah RT 5 Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Timur. Pelabuhan ini digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang dengan tujuan Tarakan-Tana Merah Kabupaten Tana Tidung, Rabu (29/7/2015)   (Tribun Kaltim / Junisah)
Salah satu penumpang yang berada di Pelabuhan Tana Merah RT 5 Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Timur. Pelabuhan ini digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang dengan tujuan Tarakan-Tana Merah Kabupaten Tana Tidung, Rabu (29/7/2015)
(Tribun Kaltim / Junisah)

Tarakan – (suaracargo.com)

Sudah dua tahun ini, balai pertemuan di RT 5 Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara dijadikan pelabuhan penumpang dan barang yang hendak menuju ke Tanah Merah, Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Ketua RT 5 Kelurahan Juata Laut, Supriyadi mengungkapkan, pelabuhan penumpang dan barang ini dinamakan Pelabuhan Tana Merah. Alasan tempat itu dijadikan pelabuhan adalah karena adanya permasalahan di Pelabuhan TPI Juata Laut yang sebelumnya menjadi pelabuhan tujuan Tarakan -Tana Merah.

“Karena ada permasalahan di pelabuhan sebelumnya itulah, akhirnya kami dari warga RT 5 berinisiatif memindahkan pelabuhan penumpang dan barang tersebut ke balai pertemuan kami. Selama dipindahkan, ternyata banyak warga yang antusias dan akhirnya balai pertemuan ini dijadikan Pelabuhan Tana Merah,” ucapnya, sebagaimana dilansir tribunnews.com.

Menurut Supriyadi, setiap hari rata-rata jumlah penumpang yang datang bisa mencapai 70 hingga 100 orang. Mereka enggunakan enam speedboat dengan mesin 200 PK. Satu persatu speedboat diisi delapan orang dengan jarak tempuh dari Tarakan ke Tana Merah sekitar 30 menit, dengan harga tiket Rp 70 ribu perorang.

“Bahkan waktu arus mudik dan arus balik lebaran kemarin, jumlah penumpang sampai meningkat hingga mencapai 150 orang. Banyaknya jumlah penumpang dan barang akhirnya sampai 10 speedboat yang melayani tujuan ini,” ucapnya.

Supriyadi berharap, Pemkot Tarakan dapat membantu sarana dan fasilitas yang ada di Pelabuhan Tana Merah ini. Pasalnya, fasilitas jembatan dan tangga untuk naik dan turun penumpang dan barang yang ada di pelabuhan ini sangat minim dan serba seadanya.

“Kami berharap Pemkot Tarakan membantu fasilitasnya, karena jembatan ini swadaya masyarakat dan bantuan dari pemberdayaan masyarakat. Apalagi pelabuhan ini juga turut membantu perekonomian warga RT 5 Kelurahan Juata Laut. Warga yang berada di sekitar pelabuhan ini membuka toko dan warga, sehingga penumpang bisa berbelanja makanan dan minuman,” ujarnya.

Hal ini dibenarkan pula oleh Supri, salah satu penumpang yang sudah tahun ini menggunakan jasa Pelabuhan Tana Merah. Supri mengaku, ia sangat terbantu dengan pelabuhan ini, karena jarak antara Pelabuhan Tana Merah dengan tempat tinggalnya di Tana Merah tidak terlalu jauh.

“Saya ini kerja di Tarakan, sedangkan anak dan istri saya tinggal di Tana Merah. Lewat dari Pelabuhan Tana Merah ini jarak rumah saya lebih dekat. Tapi kalau lewat pelabuhan Tengkayu jaraknya jauh sekali,” ujarnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here