Bangkitnya Kembali KA Barang dalam Percaturan Logistik Nasional

0
643
ilustrasi kereta barang (kompas.com)

Distribusi logistik memegang peranan penting dalam pergerakan ekonomi nasional. Beraneka kebutuhan pokok maupun kebutuhan pendukung kehidupan masyarakat didistribuskan lewat berbagai moda transportasi. Angkutan transportasi laut, sungai, udara, maupun darat dimaksimalkan untuk memperlancar distribusi logistik nasional. Dari tahun ke tahun, seluruh potensi angkutan transportasi dioptimalkan agar distribusi semakin mulus, salah satunya dengan angkutan barang berbasis rel alias kereta api.

Bukan rahasia umum lagi, sebagai moda transportasi yang bergerak di jalur tersendiri, kereta api unggul dalam hal kelancaran lintas, perjalanan lebih terprediksi, tepat waktu, kapasitas angkutnya besar, dan tanpa pungutan liar. Nilai unggul inilah yang mulai dilirik pemerintah sehingga berbagai program peningkatan distribusi logistik makin banyak yang melibatkan kereta api. Sebut saja seperti angkutan kereta api barang yang terhubung dengan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, rencana reaktivasi jalur angkutan kereta barang dari Stasiun Semarang Tawang ke Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, dan yang baru-baru ini yakni proyek pengoperasian KA angkutan barang ke Jakarta International Container Terminal (JICT) di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Proyek anyar KA angkutan barang ke Jakarta International Container Terminal (JICT) ini merupakan garapan multi perusahaan yang melibatkan PT Kereta Api Logistik (Kalog) yang merupakan anak perusahaan PT KAI sebagai pengelola bisnis jasa logistik, PT Kereta Api Properti Majamenen (KAPM) yang juga anak perusahaan PT KAI sebagai pembangun prasarana jalur kereta di area JICT, Jakarta International Container Terminal (JICT) sebagai perusahaan yang terkait operasional di terminal, Bea dan Cukai, Badan Karantina, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, dan PT Cikarang Dry Port (CDP).

Sebelum benar-benar beroperasi, pada Kamis (18/2) lalu, angkutan KA Pelabuhan ini diuji coba oleh PT Kalog bersama JICT. Uji coba tersebut disaksikan dan ditinjau langsung oleh Menteri Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli. KA Pelabuhan JICT dijadwalkan akan beroperasi secara komersial untuk melayani angkutan peti kemas relasi JICT – Cikarang Dry Port (CDP) dengan stamformasi 30 Gerbong Datar (GD). Pada tahap awal, dua rangkaian KA akan dioperasikan setiap hari untuk perjalanan pulang-pergi (PP) atau sekitar 240 TEUs dari kapasitas sebanyak 720 TEUs. Ke depannya nanti, selain Cikarang Dry Port, akan ada tujuan lain yang kini tengah dipetakan untuk dikembangkan lebih lanjut.

Program konektivitas angkutan kereta api ke pelabuhan adalah langkah inisiatif pemerintah yang fokus pada perbaikan kinerja sistem logistik nasional yang saat ini belum efisien dan kompetitif. Akses moda kereta api ke pelabuhan ini diharapkan mampu berkontribusi dalam menurunkan biaya logistik nasional serta dapat menjadi alternatif moda angkutan barang selain trucking.

Para pelaku bisnis pun sudah banyak yang sejak lama menggunakan angkutan barang dengan kereta api karena merasakan manfaat dari nilai unggulnya. Sebut saja angkutan Batu Bara PT BA, BBM Pertamina, Semen Bima PT Star, Semen Tiga Roda, Semen Holcim, Semen Padang, Aqua, Pupuk PT Pusri, dan masih banyak lainnya. Tak hanya angkutan barang “kelas berat”, kereta api barang juga melayani angkutan logistik lainnya serta hantaran paket. Angkutan motor menggunakan kereta api merupakan salah satu jenis layanan angkutan barang yang banyak digunakan oleh masyarakat.

Untuk tahun 2016, seperti dilansir laman kompas.com, PT KAI menargetkan untuk dapat mengangkut 62,92 juta ton barang. Tahun ini pula, PT KAI akan meningkatkan porsi pendapatan dari angkutan barang di Jawa dan Sumatera dengan menawarkan konsep Total Logistic Solution. Konsep tersebut adalah memberikan layanan angkutan barang pick up & delivery kepada costumer secara door to door services.

Distribusi logistik nasional merupakan rangkaian panjang dari berbagai sistem transportasi yang ada di Indonesia, masing-masing dengan keunggulan tersendiri. Angkutan KA barang sebagai salah satu mata rantai dari perputaran distribusi logistik nasional diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi dwelling time, serta dapat mendukung kelancaran angkutan barang di bumi pertiwi.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here