Bangun Pelabuhan Baru, Pelindo Anggarkan Dana 48 Triliun

0
582
Ilustrasi/Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.  (tribunnews.com)
Ilustrasi/Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.
(tribunnews.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo)II menganggarkan dana sebesar US$ 4 miliar atau setara dengan Rp 48 triliun. Anggaran sebesar itu akan digunakan untuk membangun pelabuhan baru serta merehabilitasi beberapa pelabuhan lama selama lima tahun ke depan.

Pembangunan dan rehabilitasi ini dilakukan oleh pihak Pelindo II untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sistem transportasi laut.

“Beberapa pelabuhan akan dibangun dan kami juga akan merehabilitasi sejumlah pelabuhan lama sehingga bisa memaksimalkan kinerjanya serta menekan biaya logistik,”kata Direktur Utama Pelindo II, R J Lino di Jakarta, Rabu (10/12), sebagaimana dilansir beritasatu.com.

Dana tersebut akan diperoleh dari beberapa sumber, antara lain dari korporasi, pinjaman bank, ataupun obligasi. Selain itu, untuk menghemat pengeluaran, saat pembangunan maupun rehabilitasi pelabuhan berlangsung, Pelindo akan memanfaatkan pembelian alat-alat keperluan pelabuhan dari sejumlah negara yang sudah full capacity, seperti Jerman dan Tiongkok.

“Jadi, kalau saya lelang untuk beli alat, kemudian negara yang ikut dari Korea, Jepang, Tiongkok, dan Jerman mereka bakal kasih term yang bagus sekali dengan bunga long term,” ujarnya.

Lino juga menjelaskan bahwa Pelindo II akan berkonsentrasi membangun tiga pelabuhan baru pada 2015 mendatang. Ketiga pelabuhan itu adalah Kijing di Kalimantan Barat, Sorong di Papua Barat, dan Tanjung Carat di Sumatera Selatan.

“Kami akan bangun pelabuhan laut di Kalimantan Barat (Kijing) yang kedalamannya -13 meter (m). Nantinya, kapal besar bisa masuk dan tentu dapat menampung volume yang besar sehingga menekan biaya logisitik. Pelabuhan ini akan dibangun tahun depan dan diharapkan dua tahun selesai,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here