Bangunan Caseway dan Trastel Jadi Tempat Wisata Masyarakat

0
386
(Memancing di Patimban/YUSUF ADJI/PR) KEBERADAAN bangunan caseway dan trastel sepanjang hampir satu kilometer di Pantai Patimban Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang menjadi daya tarik tersendiri termasuk bagi yang hobi mancing. Bangunan yang semula untuk pelabuhan regional itu dihentikan sementara menyusul adanya perubahan status menjadi Pelabuhan Internasional.*

Subang – (suaracargo.com)

Sejak rencana pembangunan Pelabuhan Internasional bergulir, aktivitas pekerjaan membuat trastle dan caseway yang awalnya diperuntukkan bagi Pelabuhan Regional di Pantai Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang dihentikan sementara. Hingga akhir 2015 lalu, di lokasi tersebut, telah membentang “jembatan” dari bibir pantai ke arah laut sepanjang 927,5 meter dengan lebar 8 meter.

banner-csm-atas

Bangunan yang lebih dikenal warga sekitar dengan sebutan “dermaga” itu terdiri dari bagian caseway sepanjang 357,5 meter, dan trastle mencapai 570 meter. Dari target panjang 1,5 kilometer, pekerjaan yang telah selesai baru mencapai 927,5 meter. Saat ini di lokasi tak terlihat ada aktivitas pembangunan fisik. Namun, di lokasi tak pernah sepi, setiap harinya pasti ada warga yang datang. Malahan pada waktu tertentu, seperti hari libur “dermaga” ramai oleh warga dari berbagai daerah.

Selain menikmati suasana pantai, tak sedikit pula di antarannya sengaja datang untuk memancing. Apalagi dengan adanya bangunan “dermaga” menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung bisa leluasa merasakan suasana laut, dan melihat pesisir pantai Patimban dari arah laut tanpa menggunakan perahu. Apalagi bagi mereka yang hobi memancing, lokasi dermaga menjadi tempat yang menyajikan sensasi tersendiri.

“Asyik juga di sini, bisa lihat pantai dari laut, tanpa perlu pakai perahu. Bisa pakai motor atau mobil, soalnnya ada dermaga. Saya kesini rombongan, bareng sama teman,” kata Rahmat warga Subang.

Dia mengatakan, awalnya dia memang ada keperluan ke Pantura, sekalian ke Patimban melihat lokasi yang akhir-akhir ramai dibicarakan yaitu calon pelabuhan internasionnal. Sebab penasaran juga ingin melihat langsung lokasinya. “Selain menghilangkan penasaran, sekalian juga mau makan sea food. Katanya ada sate cumi-cumi enak di pantai Patimban,” ujarnya.

Berbeda dengan Kosim, warga Pamanukan. Dia mengatakan sengaja datang bersama teman-temannya untuk memancing. “Saya sering mancing disini, pokoknya setiap ada waktu luang pasti kesini. Hasil tangkapanya sih tak seberapa tapi sensasinya beda,” ujarnya.

Hal sama diungkapkan Darma. Menurutnya, memancing di “dermaga” Patimban serasa memancing di laut lepas. Sebab dengan adanya bangunan ini posisi tempat memancing bisa sampai 1 kilo meter ke arah laut. Ditambah lagi hemat, tak perlu mengeluarkan biaya besar. “Cukup buat bensin dan beli pakan saja. Bisa mancing seperti dilaut, tak keluar biaya buat sewa perahu,” ujarnya.

Casim, warga setempat yang menjaga pintu gerbang masuk bersama tiga temannya mengatakan sejak aktivitas pekerjaan dihentikan sementara, banyak warga yang datang. Selain warga sekitar, tak sedikit pula yang datang dari daerah Jauh baik di Subang maupun luar daerah. “Kalau yang jauh, biasanya mereka mau mancing atau cuma sekadar lihat-lihat lokasi. Kalau warga sini kebanyakan sih cuma nongkrong-nongkrong,” ujarnya, seperti dilansir pikiran-rakyat.com.

Di tengah-tengah, upaya percepatan merealiasikan Pelabuhan Internasional di Patimban yang rencana pembangunan fisiknya mulai dikerjakan 2017 mendatang, keberadaan jembatan/dermaga yang sudah terbangun menjadi daya tarik tersendiri, mewarnai Pantai Patimban. Dengan menyusuri bangunan itu ke arah laut, bisa menjadi sensasi tersendiri. Selain bisa menikmati panorama pesisir pantai Patimban dari arah laut, lokasi tersebut layak dicoba bagi mereka yang hobi mancing.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here