Bangunan Gudang dan Kantor Perusahaan Ritel di Medan Terbakar Tengah Malam

0
470
Kebakaran di gudang logistik perusahan ritel (Foto: Wahyudi Aulia Siregar)

Medan – (suaracargo.com)

Sebuah bangunan yang dijadikan kantor dan gudang milik sebuah perusahaan jaringan ritel nasional, yang berlokasi di Jalan Medan-Binjai/Kompos, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara terbakar, Rabu 8 Maret 2017 tengah malam.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Namun, berdasarkan pantauan Okezone, kerugian cukup besar akibat api membakar habis bagian kantor dan sebagian besar bangunan gudang tempat penyimpanan produk makanan dan minuman.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, api yang menyebabkan kebakaran tersebut berasal dari hubungan singkat arus listrik di bagian kantor. Api tersebut kemudian cepat merambat ke bagian gudang dan langsung membesar akibat banyaknya material yang mudah terbakar di gudang tersebut.

“Waktu kejadian sudah tidak ada orang. Jadi tidak ada korban jiwa. Tapi kerugian pasti banyak sekali. Soalnya barang yang ada digudang hampir seluruhnya terbakar,” ujar Muhammad Solim, petugas pemadaman yang bertugas di lokasi, Kamis (9/3/2017) dini hari.

Sementara itu, Helmi, saksi mata kebakaran itu mengatakan, api cepat membesar dan meludeskan isi gudang akibat lambatnya kedatangan pemadam kebakaran. Pemadam baru datang sekira 30 menit pasca-kebakaran.

“Udah setengah jam belum ada pemadam datang. Pemadam milik Pemkab Deliserdang justru bukan yang pertama datang. Yang duluan datang dari Kota Medan dan Binjai. Sekitar empat jam lah baru bisa dikendalikan apinya. Ini masih pendinginan,” sebut Helmi, seperti dilansir okezone.com.

Hal senada juga dikatakan Vicky, Menurutnya, luasnya dampak kebakaran akibat lambatnya kedatangan petugas dan mobil pemadam. Selain itu, saat kebakaran terjadi, pengelola gudang kekurangan sumber daya dan peralatan untuk memadamkan api.

“Sudah seharusnya Pemkab Deliserdang menyiagakan mobil pemadam yang dekat dengan kita. Tidak dari ibu kota kabupaten yang berpuluh kilometer jaraknya. Untung saja tidak sampai meluas ke permukiman warga. Kalau meluas, siapa mau tanggung jawab. Pemilik pabrik saja sepertinya tak sanggup menyediakan pemadam,” keluhnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here