Banjir di Bima Diperkirakan Berdampak Pada Aktifitas Pelabuhan

0
567

Bima – (suaracargo.com)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebutkan bahwa banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kemungkinan akan berdampak pada aktifitas di pelabuhan. Endapan lumpur yang terjadi akibat banjir bisa mengganggu akses kapal laut yang akan bersandar.

“Mungkin nantinya akan terdampak, yaitu endapan di kolamnya atau di perairannya,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan ketika dihubungi detikcom, Kamis (22/12/2016).

Meski demikian, Ervan menyebut bahwa sejauh ini aktifitas pelabuhan masih berlangsung normal. Endapan lumpur itu merupakan prediksi dari tim di lapangan terkait dampak banjir. Namun apabila nantinya hal itu terjadi, Ervan menyebut tim sudah melakukan upaya untuk menanganinya.

“Endapan lumpur itu harus ada upaya pengerukan,” ujarnya.

Selain itu, Ervan menyampaikan sejumlah penerbangan menuju Bandara Sultan Salahudin di Bima, Nusa Tenggara Barat, terpaksa dibatalkan akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut. Namun untuk saat ini, Ervan memastikan bahwa bandara tetap bisa beroperasi normal.

“Kalau bandara tidak terdampak, beroperasi seperti biasa,” ucapnya.

Pada Rabu kemarin, hujan deras mengguyur wilayah Bima dan Sumbawa, NTB. Akibat curah hujan yang deras tersebut, ribuan rumah terendam banjir.

BNPB menyebutkan bahwa ada lima kecamatan di Kota Bima yang terendam banjir setinggi 1-2 meter. Bantuan berupa makanan, selimut, air bersih, dan obat-obatan saat ini sangat mereka butuhkan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here