Banjir Hambat Inspeksi Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok

0
488
Ilustrasi Peti kemas di Priok/Akhmad Mabrori
Ilustrasi Peti kemas di Priok/Akhmad Mabrori

Jakarta – (suaracargo.com)

Genangan air terjadi akibat banjir yang melanda lokasi/tempat pemeriksaan fisik peti kemas terpadu di Pelabuhan Tanjung Priok tergenang banjir sejak dua hari terakhir ini. Genangan tersebut menghambat kegiatan pemeriksaan fisik alias inspeksi barang maupun peti kemas impor di pelabuhan yang terletak di sebelah utara Ibukota Jakarta tersebut.

Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) DKI Jakarta Subandi mengatakan, terhambatnya kegiatan inspeksi fisik barang impor di Pelabuhan Priok berpotensi menambah kepadatan di lini satu pelabuhan akibat peti kemas impor banyak yang menumpuk. “Selain itu akan memengaruhi dwelling time yang jadi tinggi,” ujarnya, Rabu (11/2/2015), sebagaimana dilansir industri.bisnis.com.

Dia juga mengatakan, hambatan pemeriksaan fisik barang impor tersebut disebabkan faktor banjir yang belum juga surut hampir di seluruh kawasan pelabuhan Tanjung Priok, sampai dengan hari ini. “Kalau diperiksa fisik,barang harus digelar atau diturunkan ke lapangan. Hal ini tidak mungkin dilakukan jika lapangannya banjir,” paparnya.

Subandi yang juga anggota DPRD DKI dari fraksi Partai Nasdem itu mengatakan importir diperkirakan rugi hampir ratusan milliar rupiah sejak banjir melanda Ibu Kota pada awal pekan ini. Kerugian itu diakibatkan kegiatan di dalam pelabuhan yang terhambat dan akses yang sulit dilalui sehingga distribusi barang terganggu.

“Kerugian akibat tersendatnya raw material dan tidak bisa berproduksinya pabrik, demikian juga barang-barang jadi yang tidak bisa dipasarkan sesuai schedule karena transportasi lumpuh,”paparnya.

Saat ini, kegiatan pemeriksaan fisik barang/peti kemas impor di Pelabuhan Priok dilakukan pada dua lokasi tempat pemeriksaan fisik terpadu (TPFT), yakni lapangan continer depo center (CDC) Banda yang dioperasikan Multi Terminal Indonesia-anak usaha IPC/Pelindo II dan di lapangan behandle Graha Segara.

Pada dua lokasi TPFT tersebut selama ini dilakukan kegiatan inspeksi peti kemas secara terpadu oleh petugas Bea dan Cukai dan Petugas Karantina Pelabuhan Tanjung Priok.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here