Banjir Sempat Hambat Aktivitas Logistik di Pelabuhan Tanjung Priok

0
147
Ilustrasi Pelabuhan Tanjung Priok (industri.bisnis.com)
Ilustrasi Pelabuhan Tanjung Priok (industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Aktivitas logistik yang berkaitan dengan penerimaan dan pengangkutan barang maupun peti kemas (receiving delivery) dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok sempat terhambat akibat banjir. Banjir yang terjadi pada hari Jum’at (23/01) melanda di sejumlah wilayah Ibu Kota Jakarta.
Sekretaris Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Adil Karim mengatakan, banjir yang terjadi sejak hari Jum’at pagi di jalur distribusi Tanjung Priok telah mengakibatkan antrean panjang truk pengangkut barang dan peti kemas.

“Kondisi ini mengakibatkan receiving dan delivery barang terhambat. Tentunya ini menjadi beban tambahan logistik,” ujar Adil, Jumat (23/1/2015), sebagaimana dilansir bisnis.com.

Dia juga mengatakan, kondisi seperti ini kerap terjadi saat memasuki musim penghujan dan saat banjir. Oleh karena itu, pemerintah mesti mempercepat penyelesaian proyek tol langsung Pelabuhan Tanjung Priok yang terkoneksi dengan Jakarta Outer Ring Road (JORR).

“Akses (tol) langsung itu mesti segera di selesaikan dan percepat.Sudah terlalu lama pengusaha logistik harus menanggung kerugian akibat hambatan delivery. Apalagi akses eksisting yang ada juga kondisinya rusak,” tuturnya.

Adil menegaskan, kegiatan logistik semestinya tidak boleh terganggu oleh apapun. Apalagi jika gangguan itu hanya disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur jalan yang tidak memadai. ”Kalau logistik terhambat otomatis biaya operasional membengkak dan akan memengaruhi pada harga jual ke konsumen akhir,”paparnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, mengatakan angkutan darat (truk) selalu yang terkena dampak atas buruknya infrastruktur pendukung kegiatan logistik.

“Coba anda lihat sendiri, kondisinya semerawut sejak pagi tadi. Trailler sulit masuk pelabuhan Priok karena tiga ruas jalan utama di luar pelabuhan terendam banjir mulai dari arah di jalan Cakung Cilincing, jalan Yos Sudarso, maupun di jalan Martadinata Jakarta Utara. Akibatnya kita kesulitan untuk proses receiving dan delivery,” ujarnya .

Padahal, tambah Gemilang, ketiga ruas akses jalan utama tersebut merupakan akses utama delivery. Ketiga ruas jalan itu selalu digunakan untuk keluar masuk trailer pengangkut barang dan peti kemas dari dan ke pelabuhan Priok.

Ketika dimintai konfirmasi oleh Bisnis.com, Dirut PT Pelabuhan Tanjung Priok-anak usaha IPC, Ari Henryanto mengatakan meskipun saat itu banjir melanda sejumlah ruas jalan di luar pelabuhan, namun kegiatan pelayanan kapal dan bongkar muat barang di Pelabuhan tidak terganggu.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY