Bank Mandiri Komitmen Kucurkan Kredit Pada Sektor Infrastruktur

0
340
ilustrasi pelabuhan (okezone.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tahun ini berencana untuk melakukan ekspansi kredit ke sektor infrastruktur. Adapun beberapa proyek yang akan digarap adalah garapan pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sampai swasta. Direktur Wholesale Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, kebutuhan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur nasional tahun ini sangat besar. Untuk itu, Bank Mandiri akan cukup agresif masuk ke sektor tersebut.

Pasalnya, Bank Mandiri telah berkomitmen untuk menyediakan dana setidaknya Rp50 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada tahun ini. “Tapi untuk realisasi tidak sampai Rp50 triliun lah, kurang lebih Rp20 triliun,” ujar Royke di Four Season Hotel, Jakarta, Senin (8/5/2017) Menurut Royke, terdapat beberapa proyek infrastruktur yang sudah masuk bidikan Bank Mandiri untuk menyalurkan kreditnya. Di antaranya adalah beberapa ruas tol yang akan digarap PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Selain jalan tol, Bank Mandiri juga berminat untuk mendanai proyek pembangunan tol Cikampek Elevated. “Saya lupa persisnya berapa yang sudah masuk tender, tapi hampir pasti kami cukup agresif menyalurkan (kredit) di jalan tol,” jelas Royke, seperti dilansir okezone.com.

Selain ruas tol, Bank Mandiri juga akan berkontribusi dalam menyalurkan kredit ke pembangunan infrastruktur Bandara. Pembangunan pelabuhan pun tak luput dau Bank Mandiri untuk menyalurkan kreditnya. Pasalnya, Bank Mandiri sudah banyak menyalurkan kreditnya di beberapa pembangunan pelabuhan besar seperti Belawan, Makassar New Port, Tanjung Priok, dan satu pelabuhan baru di Surabaya sudah menjadi proyek yang mendapatkan kredit dari Bank Mandiri. “Pelabuhan hampir semua sudah, dari milik Pelindo I sampai III. Tapi mungkin pelabuhan kecil yang terpencil juga akan (disalurkan kredit),” kata Royke. Bank Mandiri juga turut andil dalam penyaluran kredit untuk pembangunan pembangkit listrik, baik oleh PT PLN (Persero), maupun pihak swasta (Independen Power Producer/IPP). Menurutnya, pembangunan pembangkit listrik juga akan mendorong penyaluran kredit konstruksi. “Tahun 2017 kebutuhan besar, kita bicara IPP 35 ribu mw itu ribuan triliun,” kata Royke.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here