Baru Sebagian Kecil Pulau di Indonesia Yang Memiliki Pelabuhan

0
273
pelabuhan rakyatdumai. F/riauone

Jakarta – (suaracargo.com)

Indonesia adalah negara besar yang memiliki 17.000 pulau. “Semuanya memerlukan pelabuhan tetapi baru sebagian kecil yang ada pelabuhannya,” kata Presiden Joko Widodo ketika meresmikan Fasilitas Pelabuhan Tapaleo, Pelabuhan Wayabula dan Pelabuhan Bicoli yang dipusatkan di Pelabuhan Laut Tapaleo, Desa Tepeleo, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Senin (08/05/2017), sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi setneg.go.id.

Oleh sebab itu, prioritas diberikan kepada daerah yang benar-benar memerlukan pelabuhan maupun pengembangan fasilitas pelabuhan.

“Misalnya di sini, di Tapaleo. Ini sudah menjadi prioritas dan sudah tiga tahun dikerjakan. Alhamdulilah hari ini bisa selesai,” kata Presiden.

Setelah diresmikan, Presiden meminta kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk meningkatkan frekuensi kapal kapal yang berlabuh di Tapaleo. Selama ini, pendaratan kapal di sana hanya berlangsung dua minggu sekali. Penambahan kapal harus dapat ditingkatkan menjadi seminggu sekali atau bahkan menjadi sehari sekali.

”Tadi juga sudah bisikkan ke Menteri Perhubungan agar frekuensi kapal yang datang ke Tapaleo ini lebih banyak lagi,” kata Presiden. “Namanya keinginan harus seperti itu, masa sudah berpuluh-puluh tahun masih sebulan sekali atau dua minggu sekali. Harus lebih baik, lebih baik, lebih baik. Insya Allah lebih baik,” ujar Presiden lebih lanjut.

Selain penambahan frekuensi kapal, Presiden juga meminta menteri perhubungan untuk membangun bandara di Halmahera.

“Bandara yang representatif, yang bisa turun paling tidak pesawat-pesawat tengah, tidak usah yang badan lebar. Tapi ada rutin pesawat harus turun,” ucap Presiden.

Presiden menyerahkan penentuan lokasi bandara kepada menteri perhubungan, Gubernur Maluku Utara dan para bupati.

“Saya hanya memutuskan di sini harus ada bandara lagi yang baik sama seperti bandara di Ternate,” katanya

Sehingga ke depan, apabila ada yang ingin ke Maluku Utara tidak perlu lagi mendarat di Ternate. Mereka dapat mendarat di Halmahera. Untuk itu, Presiden meminta agar Menteri Perhubungan bergerak cepat dan diperkirakan pembangunan bandara ini akan memerlukan waktu dua tahun.

“Didiskusikan, tapi secepatnya agar ada mobilitas barang, mobilitas orang itu bisa segera dikerjakan,” ucap Presiden.

Mengakhiri sambutannya, Presiden meminta agar ketiga pelabuhan yang diresmikan hari ini agar dijaga dan dirawat.

“Dirawat baik jangan sampai ada pungli, kalau ada dilaporkan ke saya. Kalau ada nanti jadi beban tambahan rakyat Maluku Utara,” ujar Presiden. Hal ini dilansir dari rilis Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Dalam laporannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Pelabuhan Tapaleo, Pelabuhan Wayabula dan Pelabuhan Bicoli merupakan 3 pelabuhan di antara 34 pelabuhan di Maluku Utara. Pelabuhan Tapaleo dibangun selama tiga tahun dengan output yang dihasilkan berupa pembangunan dermaga tipe finger sepanjang 56 meter.

“Dengan kedalaman 5 meter hingga 14 meter untuk mengakomodasi kapal dengan ukuran 1.000 DWT,” ucap Budi.

Peresmian Pelabuhan Tapaleo merupakan peresmian pelabuhan laut terluar, terpinggir, terpencil.

“Kehadiran Presiden pada peresmian memberikan support kepada insan perhubungan untuk berbuat lebih baik,” ujar Budi.

Tampak mendampingi Presiden di antaranya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY