Batam Dijadikan Sebagai Pintu Transit Pengangkutan Peti Kemas

0
261
Gedung Otorita Batam (id.wikipedia.org)
Gedung Otorita Batam (id.wikipedia.org)

Batam – (suaracargo.com)

Kapal jenis kargo MV Amazon dan MV Magellan milik PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) kini resmi melayani pengangkutan kargo peti kemas, khususnya di perairan wilayah barat. MV Amazon melayani rute Batam-Jakarta-Surabaya-Balikpapan dan MV Magellan rute Batam-Pekanbaru.

Peresmian pelayaran perdana peti kemas transit domestik tersebut dilakukan oleh Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Badan Pengusahaan (BP) Batam, Istono, di Dermaga Selatan Pelabuhan Umum Batuampar, Batam, Jumat (24/4) lalu.

Kepala Kantor Pelabuhan Batam, Capt. Hari Setyobudi, dalam sambutannya mengatakan, Pelabuhan Batam sebagai salah satu pelabuhan besar di wilayah bagian barat, telah dijadikan pintu transit barang-barang untuk koridor pendulum Nusantara sisi Barat dari Belawan-Batam-Tanjungpriok.

Pemerintah saat ini mengembangkan konsep tol laut yang diterjemahkan sebagai pendulum Nusantara yang membentang dari Barat ke Timur yang membentuk satu koridor lalu lintas angkutan laut dari Belawan-Batam-Jakarta-Surabaya-Makassar-Sorong. ”Sehingga barang-barang yang berasal dari wilayah barat Sumatera yang akan diangkut menuju ke arah timur atau sebaliknya, akan transit dahulu di Batam,” kata Hari, seperti dilansir batampos.co.id.

Hari menambahkan sebagai salah satu pelabuhan besar, untuk angkutan kontainer domestik, Pelabuhan Batam dari 2010 hingga 2014, secara umum mengalami kenaikan volume bongkar muat kontainer rata-rata sebesar 6.311 TEU’s per tahun.

”Walaupun pada tahun 2011 mengalami penurunan dari tahun 2010 sebesar 6.834 TEU’s, tetapi mengalami kenaikan lagi sebesar 3.347 TEU’s pada tahun 2012, dan terus mengalami kenaikan hingga tahun 2014 sebesar 28.734 TEU’s,” ujar Hari Setyobudi.

Sementara itu, Regional Manajer-West PT SPIL, Agus Prabowo menjelaskan, pihaknya sudah sejak beberapa tahun lalu menjalankan pelayaran peti kemas di wilayah timur Indonesia, dan saat ini mencoba beroperasi di wilayah barat Indonesia. ”Pada jalur ini ada dua pelabuhan home base sebagai koridor, yaitu Jakarta dan Surabaya, selanjutnya kapal akan berlayar ke Balikpapan, Surabaya, Jakarta dan Batam, dan sebaliknya,” jelas Agus.

Batam akan dijadikan pelabuhan transshipment yang melayani Pekanbaru-Batam, dan sebaliknya Batam-Pekanbaru. Untuk menunjang proyek ini, PT SPIL memasang 4 kapal Mother Vessel dengan kapasitas daya muat 11.000 Ton, atau rata-rata 1.000 TEU’s kontainer, di antaranya MV Amazon, serta 2 buah kapal Feeder Vessel dengan kapasitas muat 3.400 Tons atau rata-rata 280 TEU’s kontainer.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY