Batam Rencanakan Modernisasi Pelabuhan Batuampar Untuk Raup Rezeki Lebih Banyak di Selat Malaka

0
198
Gedung Otorita Batam (id.wikipedia.org)

Batam – (suaracargo.com)

Dari 100-200 kapal yang lalu lalang di Selat Malaka per tahunnya, Indonesia hanya berkontribusi sebesar 8 persen dari kapasitas 80-90 juta TEUs.

Sedangkan Batam sendiri hanya bisa mencapai 500-600 ribu TEUs. Hal itu disampaikan Staf Khusus Deputi III BP Batam, Nasrul Amril, saat kunjungan Anggota DPD RI, Djasarmen Purba ke Kantor Pelabuhan Laut BP Batam, Jumat (2/6) lalu.

Nasrul menilai, jika keberadaan Pelabuhan Batuampar bisa dimaksimalkan, sebenarnya Batam bisa mencapai kapasitas hingga 1,5 juta TEUs per tahun dari kapal yang lalu lalang di Selat Malaka. Namun, dia sendiri tidak memungkiri jika hal tersebut kembali lagi pada kesiapan infrastruktur.

“Banyak hal yang terjadi di sini (Batam). Untuk menghadapi persaingan global, kita memang perlu menyiapkan infrastruktur,” kata Nasrul.

Dikatakan, pihaknya saat ini juga sedang berupaya untuk melengkapi fasilitas infrastruktur di Pelabuhan Batuampar. Mulai dari pengadaan crane berteknologi tinggi, pendalaman alur, pengembangan dermaga dan lain sebagainya.

“Itu akan kami lakukan dengan pemanfaatan pihak ketiga. Kami mau cari swasta yang bawa kartu ke Batam, bukan sekadar jadi operator. Tahun ini kami menargetkan dari kapasitas 500-600 ribu TEUs itu bisa naik menjadi 750 ribu TEUs,” ujar dia, seperti dilansir batam.tribunnews.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY