Bea Cukai Didatangi Tim Doing Business World Bank

0
385
Pelabuhan Tanjung Priok - Ilustrasi (industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Bea Cukai kedatangan tim Doing Business World Bank yang melakukan audiensi dan kunjungan lapangan ke Pelabuhan Tanjung Priok pada Senin (22/05). Kunjungan kali ini berkaitan dengan survey Ease of Doing Business (EoDB) 2018.

Dalam rangka meningkatkan EoDB, sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia, Bea Cukai berkerja sama dengan para operator pelabuhan di antaranya dengan Kementerian Perhubungan, Indonesia Port Corporation, dan Pelindo II untuk menciptakan perubahan dan inovasi guna mempercepat arus logistik yang berimbas pada peningkatan angka EODB Indonesia.

Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi yang hadir dalam kunjungan di Tanjung Priok memaparkan bahwa beberapa upaya telah dilakukan oleh Bea Cukai yaitu dengan mereformasi beberapa bidang pelayanan di antaranya dengan melakukan otomasi pemeriksaan fisik barang impor jika sebelumnya memakan waktu mencapai 3 hari di jalur merah, saat ini pemeriksaan fisik dilakukan maksimal satu hari di jalur merah. Selain itu, seluruh dokumen perizinan impor saat ini telah diproses melalui Indonesia National Single Window (INSW) yang akan mempercepat proses perizinan impor. Otomasi sistem pembayaran juga dicanangkan untuk meningkatkan efisiensi biaya dan waktu. “Selain itu Bea Cukai juga telah menerapkan laporan hasil pemeriksaan secara elektronik, di mana para pemeriksa dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi secara mobile,”

Selain otomasi di bidang impor, Bea Cukai juga telah menerapkan otomasi pada bidang ekspor. Saat ini pemeriksaan fisik barang ekspor dilakukan berdasarkan manajemen risiko. Selain itu, pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh Bea Cukai dan surveyor dilakukan di tempat yang sama sehingga dapat mempercepat waktu pemeriksaan. Tak hanya itu, Bea Cukai juga telah menyediakan fasilitas pembayaran secara online.

Tak hanya Bea Cukai, pemaparan juga dilakukan oleh pihak Kementerian Perhubungan, Indonesia Port Corporation, Pelindo II, dan INSW. Pihak Kementerian Perhubungan juga telah mengimplementasikan Inaportnet, selain itu IPC telah mengimplementasikan iCargo yang semuanya bertujuan untuk memperlancar arus logistik di pelabuhan. “Upaya otomasi ini diharapkan dapat semakin memperlancar arus logistik yang diharapkan dapat berimbas pada perbaikan EODB Indonesia di tahun 2018,” pungkas Heru, seperti dilansir bisnis.com.

Sumber : Bea Cukai
Editor: M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here