Beralih ke Basis Digital, SiCepat Express Klaim Sukses Besar

0
157

Jakarta – (suaracargo.com)

Penyedia layanan jasa ekspedisi SiCepat Ekspress mengklaim sukses melakukan pengiriman barang sebanyak 65 ribu per hari sejak bertransformasi ke basis digital pada lima bulan lalu.

Head of Sales dan Marketing SiCepat Ekspress, Wiwin Dewi Herawati, mengungkapkan, sebelum meluncurkan program Customer Relationship Management berbasis digital (e-CRM) pada Februari 2017, pengiriman barang masih di angka 50 ribu per hari.

Dengan naiknya trafik pengiriman barang, maka Wiwin optimistis SiCepat ditargetkan bisa mengirim barang 100 ribu per hari hingga akhir tahun ini. “Dalam satu bulan minimal di atas satu juta paket terkirim,” kata dia kepada VIVA.co.id, Rabu, 9 Agustus 2017.

Layanan jasa ekspedisi yang telah ada sejak 2014 ini mengklaim memiliki anggota dari usaha kecil dan menengah (UKM) lebih dari 4.600 dan 10 nama besar e-commerce. E-commerce besar yang bergabung dengan SiCepat antara lain Tokopedia, Bukalapak, serta Matahari Mall.

Wiwin juga menjelaskan, rincian persentase dari pengiriman barang tersebut sebanyak 20 persen dari rekanan e-commerce, dan 80 persen berasal dari UKM. Bicara soal gebrakan tahun ini, Wiwin mengatakan bahwa SiCepat akan meluncurkan produk baru, yaitu prioritas dan kargo.

“Kita akan luncurkan keduanya (tanggal) 17 (Agustus) ini,” jelas Wiwin. Menurut dia, prioritas merupakan layanan dengan kelebihan dari segi packaging yang lebih bagus.

Sementara kargo, untuk pengiriman yang lebih dari lima kilogram, SiCepat akan melakukan pickup tanpa biaya tambahan. SiCepat Ekspres merupakan platform jasa ekspedisi yang mengkhususkan diri bagi UKM.

Untuk wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), SiCepat memiliki layanan barang sampai dalam waktu 15 jam, dengan biaya ongkos kirim reguler sebesar Rp10 ribu.

Soal garansi, SiCepat memberi garansi penggantian barang hilang, maksimum sebesar Rp500 ribu untuk satu kilogram. “Kalau ekspedisi lain biasanya 10 kali ongkos kirim untuk penggantian,” kata Wiwin.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY